KOTA PROBOLINGGO | gatradaily.com – Stadion Bayuangga disulap menjadi pusat pesta rakyat selama 10 hari melalui gelaran SEMIPRO 2026 (Sepekan di Probolinggo). Event yang mengusung tema “Linggo Lungguh” itu resmi dibuka pada Kamis (3/7/2026) dan berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Tema “Linggo Lungguh” diangkat sebagai filosofi masyarakat Probolinggo. “Linggo” dimaknai berhenti sejenak dari rutinitas, sedangkan “lungguh” berarti duduk bersama di ruang publik untuk menikmati hiburan, mempererat silaturahmi, sekaligus menggerakkan perekonomian melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Panitia SEMIPRO 2026, Agus Salim ST, mengatakan Stadion Bayuangga dipilih karena menjadi ikon sekaligus ruang berkumpul masyarakat Probolinggo.
“Linggo Lungguh itu falsafah wong Probolinggo. Kerja keras itu wajib, tapi duduk bareng, ngobrol, dan merayakan hasil kerja juga penting. Stadion Bayuangga kami sulap menjadi rumah besar warga Probolinggo dan sekitarnya selama 10 hari,” ujar Agus Salim saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, SEMIPRO bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan menjadi penggerak ekonomi daerah. Tahun ini panitia menargetkan sedikitnya 150 ribu pengunjung hadir selama pelaksanaan acara.
“Target transaksi UMKM kami harapkan bisa menembus Rp20 miliar. Jadi ini bukan hanya festival, tetapi juga investasi kebahagiaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal,” katanya.
SEMIPRO 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, hiburan musik, hingga beragam aktivitas komunitas yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, saat membuka SEMIPRO 2026 menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas.
Menurutnya, SEMIPRO telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Probolinggo.
“Kota Probolinggo harus terus aktif dan kreatif menggali seluruh potensi daerah guna mendukung pengembangan sektor pariwisata. Tidak semua daerah memiliki potensi wisata alam yang melimpah. Karena itu, Kota Probolinggo harus menghadirkan event-event berkualitas yang mampu menarik pengunjung sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Aminuddin.
Melalui konsep “Linggo Lungguh”, Pemerintah Kota Probolinggo berharap SEMIPRO 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan tahunan, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.(ze)





