KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Anggota Dra. Hj. Annisah Syakur melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasuruan untuk melihat langsung pelaksanaan program pembinaan warga binaan, pelayanan publik, hingga progres pembangunan lapas baru di kawasan Tapaan.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, bersama jajaran. Agenda diawali dengan meninjau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sebelum memasuki area lapas yang diiringi penampilan hadrah dari warga binaan Blok Pesantren.

Dalam kunjungan tersebut, Annisah berkeliling melihat sejumlah program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Pasuruan.

Ia menyaksikan aktivitas di area konveksi, bengkel kerja, pembuatan pakaian dan surban, produksi tempe, barber shop, hingga kerajinan tangan berupa celengan karakter hasil karya warga binaan.

Tak hanya itu, rombongan juga meninjau program ketahanan pangan yang dijalankan di dalam lapas. Annisah melihat budidaya perikanan, kebun sayur, sekaligus ikut memanen telur dari ratusan ayam petelur yang dikelola warga binaan sebagai bagian dari pembinaan produktif.

Kunjungan berlanjut ke Blok AB untuk melihat program Gerobak Baca atau perpustakaan keliling yang menjadi sarana meningkatkan minat baca warga binaan. Setelah itu, rombongan mengecek dapur lapas guna memastikan proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar.

Sebelum meninggalkan lokasi, Annisah berdialog langsung dengan warga binaan di aula Lapas Pasuruan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan meninjau pembangunan Lapas Pasuruan yang baru di kawasan Tapaan.

Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, mengatakan kunjungan Komisi XIII DPR RI menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan.

“Kehadiran Komisi XIII DPR RI menjadi energi positif bagi kami untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berdampak nyata. Kami ingin masyarakat melihat bahwa lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat membangun kembali kualitas hidup warga binaan melalui pendidikan, keterampilan, dan kemandirian,” kata Tri. Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, Annisah Syakur mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Pasuruan, mulai dari pembinaan keagamaan, pelatihan kerja, ketahanan pangan, hingga budaya literasi.

“Saya melihat pembinaan di Lapas Pasuruan berjalan dengan baik dan menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan. Program-program seperti ini perlu terus didukung karena memberikan bekal nyata bagi warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang produktif saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara Komisi XIII DPR RI dan jajaran pemasyarakatan diharapkan semakin kuat untuk mendukung peningkatan kualitas pembinaan, pelayanan publik, serta pembangunan sarana dan prasarana pemasyarakatan yang modern, aman, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.(syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *