PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tambakrejo – Lumbang (R.222) di Kabupaten Probolinggo menuai keluhan warga. Penutupan jalan utama di Desa Pamatan, Kecamatan Tongas dinilai mengganggu aktivitas perekonomian warga yang selama ini menggantungkan akses tersebut.

Proyek senilai Rp 1.495.065.213 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2026 ini dikerjakan oleh CV Vitruvius Architechtura dengan konsultan pengawas CV Citra Nusa Persada. Masa pelaksanaan proyek dimulai 6 Juli hingga 2 November 2026.

Berdasarkan informasi di lapangan, penutupan jalan dilakukan secara total selama masa konstruksi tanpa adanya jalur alternatif yang jelas bagi warga.

Menanggapi hal tersebut, PPID Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo memberikan klarifikasi kepada Gatradaily, Kamis 28/8/2026.

“Penutupan jalan telah disosialisasikan oleh PUPR dan Pelaksana pada hari Senin 24 Agustus bertempat di Kantor Kecamatan Tongas yang dihadiri oleh Forkopimka dan pemangku kepentingan pada ruas jalan dimaksud,”tulis PPID Dishub.

Dishub juga menyampaikan bahwa penutupan diperkirakan memakan waktu kurang lebih 90 hari kalender selama masa konstruksi.

Namun Dishub mengakui belum ada koordinasi resmi dari PUPR terkait skema rekayasa lalu lintas.

“Sejauh ini belum ada koordinasi dari PUPR terkait skema pengaturan dan rekayasa lalu lintas, namun saat sosialisasi telah disampaikan agar rekayasa jalur melalui penyiapan jalan alternatif bisa dilakukan sebelum penutupan akses,” lanjut keterangan tersebut.

Warga dari beberapa desa di kecamatan lumbang arah tongas ataupun sebaliknya yang selama ini melewati jalan di Desa Pamatan menyayangkan minimnya solusi. Jalan yang ditutup merupakan akses utama warga untuk ke pasar, sekolah, dan mengangkut hasil pertanian.

“Ini jalan satu-satunya mas. Sekarang ditutup total, kami mau lewat mana? Jalan alternatif Bulakdowo itu kecil dan rusak. Kalau hujan pasti tidak bisa dilewati,” keluh salah satu warga.

Selain soal akses, warga juga menyoroti dugaan pengerjaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi teknis, khususnya pada material urug yang diduga bukan Basecourse.

Menanggapi tertutupnya akses utama perekonomian maatarakat akibat proyek milik Dinas PUPR kabupaten probolinggo tersebut , Damoanto,SH.aktivis pemerhati pemerintahan juga menyuarakan tuntutan Warga,antara lain Mendesak PUPR dan Pelaksana segera membuka akses darurat atau menyiapkan jalan alternatif layak.

Ia juga meminta Transparansi spesifikasi material dan hasil uji lab proyek R.222. Serta beeharap ada Keterlibatan Pemerintah desa lokasi proyek berlangsung dalam pengawasan proyek agar tidak merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, gatradaily.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak DPUPR Kabupaten Probolinggo dan CV Vitruvius Architechtura terkait teknis pelaksanaan dan penanganan dampak penutupan jalan.(ze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *