PASURUAN | gatradaily.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/8/2026).
Kejurnas tersebut diikuti sekitar 100 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta bersaing dalam 15 kelas kompetisi.
Dalam sambutannya, Nanang mengatakan, Jawa Timur mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah.
Menurut dia, ajang tersebut tidak hanya menjadi arena untuk menguji kemampuan dan ketangkasan pembalap, tetapi juga menjadi sarana membangun sportivitas, kedisiplinan, serta kesadaran terhadap keselamatan.
“Para pembalap yang hadir dari berbagai daerah membawa semangat kompetisi dan sportivitas. Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi fair play dan mengutamakan keselamatan,” ujar Nanang.
Selain aspek olahraga, penyelenggaraan Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Nanang mengatakan, kehadiran pembalap, tim, ofisial, hingga penonton berpotensi meningkatkan aktivitas sejumlah sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, UMKM hingga pariwisata.
“Event olahraga seperti ini kita harapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta ikut menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara Polri, komunitas otomotif, pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurut Nanang, momentum tersebut sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mengampanyekan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, terutama kepada komunitas otomotif dan generasi muda.
“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Junjung tinggi fair play, utamakan keselamatan, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” tegasnya.
Nanang mengingatkan agar kemampuan dan keberanian pembalap digunakan pada tempat yang semestinya, yakni di arena kompetisi.
Ia menegaskan, kemampuan mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi tidak boleh dibawa ke jalan raya yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Pembalap sejati adalah mereka yang tangguh dan kencang di sirkuit, namun tetap patuh, santun dan taat aturan saat berada di jalan raya,” pungkas Nanang.(syn)

