PASURUAN | gatradaily.com – Ribuan warga Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, memblokir Jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi, Kamis (23/7/2026) siang.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap latihan tempur Marinir TNI Angkatan Laut yang digelar di sekitar permukiman warga.
Massa yang terdiri dari warga, termasuk ibu-ibu dan anak-anak, menutup badan jalan di kawasan Desa Alas Tlogo. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya terhenti.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga belasan kilometer. Sejumlah pengendara terpaksa berhenti karena tidak dapat melintasi lokasi aksi.
Warga Desa Alas Tlogo, Sugi, mengatakan aksi tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan warga selama latihan tempur berlangsung.
“Beberapa kali terjadi dugaan peluru nyasar yang mengenai kawasan permukiman. Bahkan ada proyektil yang menembus rumah warga. Masyarakat takut dan resah,” kata Sugi di lokasi aksi.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Amina. Dia mengaku suara ledakan dan tembakan dari latihan tempur membuat sebagian anak-anak merasa takut dan trauma.
“Kami tidak anti-TNI. Tapi tolong, jangan latihan di dekat rumah kami kalau tidak ada jaminan aman,” ujar Amina.
Warga meminta latihan tempur dihentikan sementara sampai ada jaminan keamanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan latihan.
Massa juga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih banyak jika tuntutan mereka tidak mendapat respons.
“Kalau tidak didengar, kami akan aksi lagi dengan massa lebih banyak,” tegas salah satu orator.
Pantauan di lokasi, sejumlah personel TNI dan kepolisian terlihat berjaga untuk mengamankan jalannya aksi. Petugas berupaya menjaga situasi tetap kondusif di tengah penutupan jalur utama tersebut.
Hingga aksi berlangsung, pihak Marinir TNI AL belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun klaim adanya proyektil yang disebut mengenai rumah penduduk.
Gatradaily.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada Penerangan Pasmar 2 Surabaya dan Komandan Pusat Latihan Tempur Marinir Grati. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang diterima.
Penutupan Jalur Pantura di kawasan tersebut berpotensi mengganggu arus distribusi dan mobilitas masyarakat. Jalur Surabaya-Banyuwangi diketahui menjadi salah satu jalur utama pergerakan kendaraan logistik menuju wilayah timur Jawa dan Bali.(ze)





