PROBOLINGGO | gatradaily.com – Antrean panjang sepeda motor terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.672.14 di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026) pagi.

Sejumlah sepeda motor yang mengantre disebut warga menggunakan modifikasi tertentu yang diduga digunakan untuk menampung BBM jenis Pertalite dalam jumlah lebih banyak.

Kondisi tersebut mendapat sorotan warga dan aktivis masyarakat. Mereka menduga aktivitas pengisian BBM bersubsidi dengan kendaraan yang telah dimodifikasi itu telah berlangsung cukup lama.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sepeda motor tersebut diduga digunakan oleh pihak tertentu untuk membeli Pertalite bersubsidi sebelum kemudian dijual kembali.

“Mereka sedot BBM subsidi dan diperjualbelikan lagi dengan harga non-subsidi. Ini merugikan masyarakat yang memang berhak mendapatkan BBM subsidi,” ujarnya.

Warga juga menduga adanya praktik percaloan atau tengkulak BBM bersubsidi di lokasi tersebut. Bahkan, muncul dugaan adanya setoran kepada oknum tertentu di lingkungan SPBU.

Namun, dugaan mengenai adanya setoran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Aktivitas pengisian BBM menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi itu juga disebut berdampak terhadap konsumen umum. Antrean kendaraan menjadi panjang sehingga masyarakat harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan BBM.

SPBU 54.672.14 berada di sisi barat Pabrik PT Alamo, tepatnya di jalur selatan Jalan Raya Tongas-Probolinggo. Lokasi tersebut berada di wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.

Aktivis kemasyarakatan Hupaka meminta Pertamina dan instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.

Menurut dia, pengawasan distribusi BBM bersubsidi perlu diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.

“Jangan banyak alasan untuk tidak menindak SPBU nakal. Ini menyangkut keadilan distribusi BBM subsidi. Negara dirugikan, masyarakat juga dirugikan,” kata Hupaka, Selasa siang.

Ia juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut memastikan pengawasan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola SPBU 54.672.14 mengenai dugaan penggunaan sepeda motor modifikasi maupun tudingan adanya pembiaran dan setoran.

Konfirmasi kepada pihak terkait diperlukan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut melanggar ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

Pertamina sebelumnya telah mengingatkan penyalur agar distribusi BBM bersubsidi dilakukan sesuai ketentuan dan tidak melayani pembelian dalam jumlah maupun cara yang tidak wajar.

Adapun dugaan penyalahgunaan Pertalite bersubsidi di SPBU Banjarsari masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang.(zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *