PROBOLINGGO | gatradaily.com – Aksi penghadangan truk pengangkut pasir kembali terjadi di perbatasan Desa Tanjung Rejo dan Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/5/2026) pagi.

Sejumlah sopir mengeluhkan aksi tersebut karena membuat mereka tidak bisa bekerja seperti biasa.

Pantauan gatradaily.com di lokasi, beberapa truk bermuatan pasir tertahan dan tidak dapat melintas akibat adanya aksi pencegatan oleh warga. Para sopir mengaku bingung lantaran mereka hanya bekerja mengangkut material dan tidak mengetahui persoalan yang terjadi.

“Kita ini cuma sopir cari nafkah. Soal masalah jalan atau tambang kita tidak tahu. Harusnya jangan mempersulit kami yang bekerja,” ujar salah satu sopir truk, Samsul, kepada wartawan.

Menurut Samsul, aksi penghadangan membuat para sopir merugi. Selain target kerja harian terganggu, muatan pasir yang dibawa juga dikhawatirkan rusak karena terlalu lama tertahan di jalan.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar konflik tidak terus berlarut dan berdampak kepada para pekerja lapangan.

“Pemerintah seharusnya hadir menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai sopir yang jadi korban,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun, aksi penghadangan diduga dipicu persoalan jalan tambang dan kerusakan infrastruktur desa akibat aktivitas kendaraan berat pengangkut pasir. Warga disebut meminta adanya perbaikan jalan yang selama ini mengalami kerusakan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo maupun pihak kepolisian terkait langkah penyelesaian konflik tersebut.(ze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *