PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang dirangkai dengan aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama di Balai Desa Randupitu, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Keimanan, Mempererat Persaudaraan, Menebar Kebahagiaan” tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat maupun para pengguna jalan yang melintas.

Sebanyak 250 paket takjil dibagikan kepada pengendara di depan Balai Desa Randupitu yang berada di jalur Beji–Pandaan. Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, turut turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

Tak butuh waktu lama, ratusan paket takjil tersebut habis dibagikan kepada para pengendara dan warga sekitar.

Usai kegiatan berbagi takjil, jajaran Pemerintah Desa Randupitu bersama masyarakat melanjutkan rangkaian kegiatan di balai desa. Acara diisi dengan pembacaan tahlil, tausiah keagamaan, buka puasa bersama, hingga sholat Maghrib berjemaah.

Momen tersebut menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya Balai Desa Randupitu digunakan sebagai tempat pelaksanaan salat berjama’ah.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengatakan penggunaan balai desa untuk kegiatan ibadah menjadi simbol bahwa fasilitas publik juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas warga.

“Balai desa bukan hanya tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan nilai-nilai keimanan di tengah warga,” ujar Fuad.

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari dana, hidangan berbuka puasa hingga takjil yang dibagikan, merupakan hasil kontribusi bersama berbagai pihak di desa, mulai dari perangkat desa, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.

Fuad mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat berbagi, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

“Mulai dari pembagian takjil sampai buka bersama, seluruh keluarga besar Pemdes Randupitu kompak. Kami meyakini bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Sedekah berapa pun tetap berharga selama dilakukan dengan ikhlas,” katanya.

Fuad berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menjaga semangat gotong royong dan mempererat hubungan antarwarga.

“Semangat kebersamaan harus terus dijaga. Jika ada persoalan, mari diselesaikan bersama. Karena pada hakikatnya masyarakat Randupitu adalah satu keluarga besar meskipun tidak memiliki hubungan darah,” tuturnya.(gif/syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *