KARAWANG | gatradaily.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Iman di Lapas Kelas IIA Karawang. Sebanyak tiga warga binaan resmi diwisuda setelah menyelesaikan program pembinaan keagamaan sekaligus mengakhiri masa pidana mereka.

Wisuda tersebut menjadi momen istimewa bagi ketiga santri warga binaan yang selama ini aktif mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran agama di lingkungan lapas.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf, pimpinan pondok pesantren, petugas lapas, serta para santri lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf, mengatakan wisuda ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk penghargaan atas proses perubahan diri yang telah dijalani para warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Kelulusan dari Pondok Pesantren Lapas ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dijalankan di dalam lapas mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan. Hari ini mereka tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga membawa bekal ilmu agama dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata Ma’ruf.

Menurutnya, program pembinaan berbasis pesantren memberikan bekal keimanan, akhlak, serta keterampilan hidup yang diharapkan dapat membantu warga binaan beradaptasi kembali di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas IIA Karawang, KH Ceceng Syarief Husein, menyampaikan bahwa selama mengikuti program pesantren, para santri aktif dalam pembelajaran Al-Qur’an, kajian keislaman, pembinaan akhlak, hingga berbagai kegiatan ibadah lainnya.

Ia menegaskan, kelulusan tersebut menjadi titik awal bagi para santri untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama berada di dalam lapas.

“Kelulusan ini menjadi momentum bagi para santri warga binaan Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas IIA Karawang sebagai awal hidup yang baru, dengan membawa bekal pembelajaran selama menjadi santri yang harus diimplementasikan di kehidupan bermasyarakat,” ujar KH Ceceng.

Wisuda santri ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.

Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai sarana pembinaan untuk mempersiapkan warga binaan kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Dengan berakhirnya masa pidana dan diwisudanya ketiga santri tersebut, pihak lapas berharap mereka mampu mengamalkan ilmu agama yang telah diperoleh, menjaga perilaku positif, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Selamat menempuh perjalanan baru. Semoga langkah yang dimulai hari ini menjadi hijrah awal kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi sesama,” pungkas Ma’ruf.(syn/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *