PASURUAN | gatradaily.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pasuruan menggelar peringatan Hari Jamu Nasional 2026 dengan mengajak masyarakat untuk kembali membudayakan konsumsi jamu dan pengobatan tradisional berbahan alami.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Mpu Sendok, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/6/2026), tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinkes PPKB Kabupaten Pasuruan dan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pasuruan.
Acara dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg. Merita, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Pasuruan dr. Arma, jajaran TP PKK se-Kabupaten Pasuruan, serta sejumlah tamu undangan.
Selain menghadirkan edukasi mengenai peracikan jamu dan pemanfaatan tanaman herbal untuk kesehatan, kegiatan itu juga diramaikan dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba Posyandu tingkat Kabupaten Pasuruan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg. Merita dalam sambutannya mengatakan bahwa pengobatan tradisional berbahan alami masih relevan diterapkan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Ia mengaku rutin mengonsumsi minuman herbal berbahan jahe dan serai untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah aktivitas yang padat.
“Pengobatan tradisional memiliki banyak manfaat. Saya sendiri setiap hari mengonsumsi jahe yang dicampur serai untuk membantu menjaga kesehatan tubuh,” ujar Merita.
Ia berharap para ibu dapat membiasakan anggota keluarganya mengonsumsi minuman herbal sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan secara alami.
Menurut Merita, pemanfaatan rempah-rempah tradisional tidak hanya menjadi bagian dari budaya bangsa, tetapi juga dapat menjadi alternatif untuk menjaga kebugaran tubuh sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Pasuruan dr. Arma mengatakan jamu yang dibuat dari bahan-bahan alami memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan karena kandungannya yang dapat membantu menjaga metabolisme tubuh.
“Jamu dengan bahan alami memang sangat baik bagi kesehatan. Bahan-bahan seperti jahe, kencur, serai, kunyit, dan rempah lainnya telah lama dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh,” kata Arma.
Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dan berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Arma, pelestarian budaya minum jamu juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.
Melalui peringatan Hari Jamu Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat berbasis bahan alami semakin meningkat sekaligus menjaga eksistensi budaya pengobatan tradisional di tengah perkembangan teknologi kesehatan modern.(syn)





