Pendidikan

Proyek Gedung MAN 2 Kota Probolinggo Rp2,8 Miliar Diduga Gunakan Pasir Tak Sesuai Standar, Pengawasan Dipertanyakan

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PROBOLINGGO<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru &lpar;RKB&rpar; Type-2 di MAN 2 Kota Probolinggo yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara &lpar;SBSN&rpar; 2026 senilai Rp2&comma;82 miliar mendapat sorotan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sejumlah elemen masyarakat menduga terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan proyek&comma; terutama terkait penggunaan material bangunan dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja &lpar;K3&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dugaan tersebut mencuat setelah tim investigasi lapangan menemukan material pasir yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi diduga masih mengandung tanah dan lumpur&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sugianto dari Aliansi Transparansi Anggaran menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kualitas material berpengaruh terhadap mutu konstruksi bangunan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kalau pasirnya kotor&comma; mutu beton bisa di bawah standar&period; Ini menyangkut kualitas bangunan dan keselamatan penghuni gedung&comma;&&num;8221&semi; kata Sugianto&comma; Selasa &lpar;21&sol;7&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Namun&comma; dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan uji laboratorium terhadap material yang digunakan dalam proyek&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Selain persoalan material&comma; pelaksanaan K3 di lokasi proyek juga dipersoalkan&period; Sejumlah pekerja yang beraktivitas di lantai dua bangunan disebut tidak menggunakan alat pelindung diri &lpar;APD&rpar; secara lengkap&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja&comma; mengingat pekerjaan konstruksi dilakukan pada bangunan bertingkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Pengawasan proyek turut menjadi sorotan&period; Konsultan pengawas&comma; CV Megatama Indo Konsultan&comma; disebut tidak selalu terlihat berada di lokasi pekerjaan&period; Selain itu&comma; direksi keet dan laporan harian proyek juga diduga tidak diisi secara rutin&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Elemen masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap proyek yang memiliki nilai kontrak lebih dari Rp2&comma;8 miliar tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Mereka mendesak dilakukan audit teknis dan investigatif oleh aparat pengawasan internal pemerintah&comma; termasuk Inspektorat Jenderal Kementerian Agama serta pihak terkait di tingkat Provinsi Jawa Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Mereka juga meminta pembayaran termin proyek ditinjau ulang apabila ditemukan adanya pekerjaan atau material yang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;PPK harus dievaluasi&period; Jika memang terbukti ada kelalaian dari konsultan pengawas&comma; tentu harus ada tindakan sesuai aturan&comma;&&num;8221&semi; ujar Fadil&comma; aktivis Garda Pantura&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut mereka&comma; audit diperlukan untuk memastikan penggunaan dana SBSN dalam proyek tersebut sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Jika tidak segera dilakukan pemeriksaan&comma; mereka menyatakan akan menyampaikan laporan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Badan Pemeriksa Keuangan &lpar;BPK&rpar; RI&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sementara itu&comma; pelaksana proyek dari CV Alhusain Karya Abadi&comma; Bayu&comma; saat dikonfirmasi mengenai dugaan penggunaan pasir yang tidak sesuai standar&comma; pekerja yang tidak menggunakan APD lengkap&comma; serta persoalan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan&comma; mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Terima kasih informasinya&comma; Mas&period; Akan kita laporkan ke pimpinan&comma;&&num;8221&semi; ujar Bayu&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Proyek Pembangunan Gedung dan Bangunan RKB Type-2 MAN 2 Kota Probolinggo tersebut memiliki nilai kontrak Rp2&period;825&period;223&period;800&period; Sumber pendanaannya berasal dari SBSN 2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Proyek dikerjakan CV Alhusain Karya Abadi dengan konsultan perencana CV Prasada Ambangun Sejahtera dan konsultan pengawas CV Megatama Indo Konsultan&period; Satuan kerja proyek berada di bawah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 200 hari kalender&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dugaan pelanggaran dalam proyek tersebut kini menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat&period; Mereka meminta pihak terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif&comma; tetapi juga memastikan kualitas material dan konstruksi melalui pengujian teknis&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dengan demikian&comma; apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak&comma; pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Hingga berita ini ditulis&comma; belum ada keterangan resmi dari Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur maupun konsultan pengawas terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi dan pelaksanaan K3 di lokasi proyek&period;&lpar;ze&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

Proyek Revitalisasi SMAN 1 Probolinggo Rp1,07 Miliar Diduga Tak Sesuai Spek, Pengawasan Dipertanyakan

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek revitalisasi SMA Negeri 1 Kota Probolinggo yang menelan anggaran Rp1,07…

1 jam ago

Sertifikat PTSL Randupitu Masuki Tahap Akhir, Kades: NIB Sudah Terbit untuk Sejumlah Bidang Tanah

PASURUAN | gatradaily.com – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol,…

8 jam ago

TKD Sukoreno Kembali Disiapkan, Dugaan Off-road dan Aliran Uang Sewa Jadi Sorotan

PASURUAN | gatradaily.com – Aktivitas alat berat kembali terlihat di kawasan Tanah Kas Desa (TKD)…

1 hari ago

Mediasi Sengketa PTSL Randupitu Gagal, Kuasa Hukum Kades Pilih Lanjut ke Persidangan

PASURUAN | gatradaily.com – Upaya mediasi dalam sengketa Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di…

1 hari ago

Motor Hilang Saat Pemilik Bersiap Salat Subuh, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi saat pemilik rumah bersiap…

1 hari ago

Aliansi Poros Tengah Soroti Lelang Proyek Jalan DBHCHT Rp 3,8 Miliar di Pasuruan

PASURUAN | gatradaily.com – Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air,…

2 hari ago