KARAWANG | gatradaily.com – Program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Kelas IIA Karawang mendapat perhatian dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno.

Dalam kunjungan kerjanya, Yudi meninjau langsung berbagai sektor usaha produktif yang dikelola melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Karawang.

Didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, Yudi melihat sejumlah fasilitas pembinaan kemandirian warga binaan, mulai dari peternakan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan), peternakan domba dan sapi, hingga budidaya ikan Nila Nirwana.

Peninjauan diawali di peternakan Ayam KUB yang menjadi salah satu komoditas unggulan SAE. Yudi berdialog dengan petugas terkait sistem pemeliharaan, produktivitas ternak, hingga pengembangan populasi ayam sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kemudian berlanjut ke area peternakan domba dan sapi. Menurut Yudi, program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Tak hanya sektor peternakan, Yudi juga meninjau Bank Pakan yang menjadi salah satu inovasi penunjang keberlangsungan program tersebut. Melalui pengelolaan pakan secara mandiri,

Lapas Karawang dinilai mampu menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena mampu memperkuat keberlanjutan program ketahanan pangan,” ujar Yudi dalam keterangannya, Minggu (22/6/2026).

Rombongan juga melihat langsung ruang penetasan telur yang digunakan untuk mendukung pengembangan populasi ayam. Di lokasi tersebut, Yudi menilai Lapas Karawang telah membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Selain peternakan, SAE Lapas Karawang juga mengembangkan sektor perikanan melalui budidaya Nila Nirwana. Deretan kolam budidaya yang tertata rapi menjadi salah satu upaya diversifikasi program ketahanan pangan sekaligus media pembelajaran bagi warga binaan.

Yudi menyebut SAE bukan sekadar lokasi budidaya peternakan dan perikanan, melainkan sarana pembentukan karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang produktif dan siap kembali ke tengah masyarakat.

“Di tempat ini warga binaan tidak hanya belajar beternak atau membudidayakan ikan, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo mengatakan pengembangan SAE Ketahanan Pangan merupakan bentuk dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memberikan pengalaman nyata dan keterampilan yang aplikatif. Ketahanan pangan yang dibangun hari ini merupakan investasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Menurut Ma’ruf, integrasi sektor peternakan, perikanan, hingga pengelolaan pakan dalam satu ekosistem SAE menjadi bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat berjalan produktif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat ini diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Karawang untuk terus mengembangkan inovasi pembinaan berbasis kemandirian.

Melalui program tersebut, warga binaan dibekali keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.(syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *