Daerah

Sound Horeg Menjamur di Pasuruan, Jalan Ditutup hingga Kericuhan Berulang Jadi Sorotan

PASURUAN | gatardaily.com – Karnaval dengan iringan sound horeg kembali marak digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Meski kerap diklaim sebagai bagian dari peringatan HUT RI maupun agenda budaya, pelaksanaannya kembali menuai sorotan karena dinilai mengganggu kepentingan masyarakat.

Dalam berbagai kegiatan, jalan umum ditutup untuk kepentingan karnaval. Akibatnya, pengguna jalan harus memutar mencari jalur lain, sementara aktivitas warga ikut terdampak. Alasan “hanya setahun sekali” pun kembali menjadi pembenaran yang kerap disampaikan panitia.

Di sisi lain, kericuhan dalam penyelenggaraan karnaval kembali terjadi. Dalam dua hari terakhir, insiden dilaporkan terjadi di Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, dan Desa Tutur, Kecamatan Tutur. Video keributan di Tutur bahkan beredar luas di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keributan di Desa Tutur dipicu persoalan akses jalan yang telah ditutup. Adu mulut antara warga dengan sejumlah pengunjung kemudian berujung kericuhan.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur mengatakan, kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman.

“Jalan sudah ditutup, namun tetap minta masuk,” ujarnya.

Meski persoalan itu disebut telah diselesaikan, peristiwa tersebut dinilai menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan karnaval ke depan, terutama terkait pengaturan lalu lintas dan pengamanan.

Sorotan juga mengarah pada pelaksanaan karnaval di Desa Gajahrejo. Sebelumnya, Kepala Desa Gajahrejo Kasiono menyebut kegiatan berakhir pukul 00.00 WIB. Namun, berdasarkan keterangan warga, acara disebut masih berlangsung hingga menjelang subuh.

Seorang saksi mengaku kericuhan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Diduga, cekcok dipicu oleh sejumlah pemuda yang mengonsumsi minuman keras. Dalam kepanikan massa, seorang perempuan yang sedang hamil muda disebut ikut terinjak.

“Sekitar jam 02.00 WIB terjadi cekcok. Bahkan ada perempuan yang sedang hamil muda ikut menjadi sasaran injakan saat keributan,” kata saksi.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Gajahrejo belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi lanjutan.

Berulangnya insiden dalam penyelenggaraan karnaval sound horeg dinilai menjadi pengingat bahwa aspek keamanan dan ketertiban harus menjadi prioritas.

Penerbitan izin kegiatan diharapkan disertai kesiapan pengamanan yang memadai agar hiburan masyarakat tidak berujung mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan warga.(syn/mal/yud)

Redaksi

Recent Posts

Satresnarkoba Polres Pasuruan Sita 56,3 Gram Sabu, 3 Orang Ditangkap

PASURUAN | gatradaily.com – Satresnarkoba Polres Pasuruan mengungkap dua kasus peredaran narkotika jenis sabu di…

7 jam ago

Pisah Sambut Kalapas Pasuruan, Fahmi Rezatya Siap Lanjutkan Program Pembinaan

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan resmi berganti. Tri…

14 jam ago

Sebelum Pisah Sambut, Kakanwil Ditjenpas Jatim Sidak Dapur Lapas Pasuruan

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Timur…

18 jam ago

RSUD Bangil Didorong Naik Kelas, Pemkab Pasuruan Andalkan Digitalisasi hingga Dana Cukai

PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mendorong peningkatan kualitas pelayanan RSUD Bangil. Sejumlah…

1 hari ago

Ratusan Mahasiswa Demo Polres Pasuruan, Tuntut Kematian Warga Diusut Tuntas

PASURUAN | gatradaily.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Pasuruan Raya…

1 hari ago

Aliansi Poros Tengah Tagih Janji DPRD Pasuruan Soal Sengketa Tanah Warga Cukurguling

PASURUAN | gatradaily.com – Aliansi Poros Tengah kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/8/2026).…

1 hari ago