Daerah

Aliansi BEM Pasuruan Raya Kecam Dugaan Kekerasan di Beji, Serukan Aksi “Pasuruan Menggugat” 20 Agustus

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PASURUAN<&sol;strong><&sol;em> &vert; <em><span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;span><&sol;em> – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa &lpar;BEM&rpar; se-Pasuruan Raya &lpar;BEMPAS&rpar; menyatakan sikap keras menyikapi meninggalnya seorang warga di Kecamatan Beji&comma; Kabupaten Pasuruan&comma; yang diduga berkaitan dengan tindakan kekerasan oleh oknum aparat penegak hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sikap tersebut disampaikan dalam konferensi pers dan deklarasi yang digelar BEMPAS&period; Aliansi mahasiswa menilai kasus tersebut menjadi persoalan serius yang menyangkut perlindungan warga sipil dan penegakan hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">BEMPAS bahkan menyebut kondisi Pasuruan saat ini sebagai &OpenCurlyDoubleQuote;darurat keadilan”&period; Menurut mereka&comma; peristiwa di Beji menjadi tamparan terhadap semangat kemerdekaan karena masih adanya dugaan kekerasan terhadap masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Kita patut bertanya secara lantang&colon; merdeka untuk siapa&quest; Jika nyawa rakyat sipil bisa melayang begitu saja di tangan oknum berseragam&comma;” demikian salah satu poin pernyataan sikap BEMPAS&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Aliansi mahasiswa juga mengkritik pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Pasuruan yang dinilai belum menunjukkan respons yang memadai terhadap kasus tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">BEMPAS meminta persoalan itu tidak berhenti pada pemeriksaan internal maupun penanganan terhadap oknum tertentu&period; Mereka mendesak adanya proses hukum yang transparan serta pengawasan terhadap aparat penegak hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut BEMPAS&comma; dugaan kekerasan terhadap warga harus dipandang sebagai persoalan serius yang berkaitan dengan hak asasi manusia &lpar;HAM&rpar;&period; Karena itu&comma; mereka menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga adanya kepastian hukum dan keadilan bagi korban serta keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Selain menyampaikan pernyataan sikap&comma; BEMPAS menyerukan aksi demonstrasi bertajuk &OpenCurlyDoubleQuote;Pasuruan Menggugat” pada Kamis&comma; 20 Agustus 2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14&period;00 WIB&period; BEMPAS mengajak mahasiswa&comma; organisasi kepemudaan&comma; serikat buruh&comma; petani&comma; serta masyarakat sipil di Pasuruan untuk bergabung&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Peserta aksi diminta mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka atau jas almamater&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Jika ruang audiensi dan birokrasi tak lagi memihak pada kebenaran&comma; maka jalanan adalah satu-satunya pengadilan kita&comma;” kata BEMPAS dalam pernyataan sikapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">BEMPAS menegaskan aksi tersebut menjadi bagian dari upaya mereka mengawal kasus Beji sekaligus menyuarakan tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitas aparat penegak hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Mereka juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung secara tertib&comma; sehingga tuntutan mengenai keadilan dapat disampaikan tanpa menimbulkan persoalan baru&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kasus meninggalnya warga di Beji tersebut sebelumnya mendapat perhatian luas&period; Penanganannya juga menjadi sorotan publik karena menyangkut dugaan tindakan kekerasan terhadap warga dalam proses penegakan hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">BEMPAS menyatakan akan terus mengawal perkembangan perkara dan meminta proses hukum berjalan terbuka&comma; objektif&comma; serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat&period;&lpar;syn&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

SDK 1 Mater Dei Probolinggo Tunjukkan Semangat Kebangsaan Lewat Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-81

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Puluhan siswa SDK 1 Mater Dei Probolinggo menunjukkan semangat kebangsaan dengan…

1 jam ago

Tipidkor Polres Pasuruan Periksa Pedagang Terkait Dugaan Penggelapan Kas Pasar Padang Howo

PASURUAN | gatradaily.com – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Pasuruan mulai melengkapi penyelidikan…

14 jam ago

Gatradaily Layangkan Surat ke Kemendikdasmen dan BPK Jatim, Minta Klarifikasi Revitalisasi SMAN 1 Probolinggo

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Media Gatradaily.com melayangkan surat laporan informasi dan permohonan klarifikasi terkait pelaksanaan…

18 jam ago

Tegaskan “Desa Membangun, Warga Sejahtera”, Kades Pabean Prioritaskan Infrastruktur dan UMKM pada 2026

PROBOLINGGO | gatradaily.com — Pemerintah Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan…

18 jam ago

HUT ke-81 RI, Lapas Pasuruan Gelar Upacara dan Serahkan Remisi kepada WBP

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan menggelar upacara peringatan Hari…

1 hari ago

HUT ke-81 RI, Remisi WBP Lapas Pasuruan Diserahkan di Hadapan Wali Kota

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di…

1 hari ago