PASURUAN | gatradaily.com – Bromo Marathon kembali digelar di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026).
Ajang lari tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-13 ini diikuti sekitar 3.000 pelari dari 22 negara.
Start dan finis berlangsung di halaman Hotel Pelataran Tosari. Para peserta mengikuti sejumlah kategori lomba, mulai dari 42 kilometer, 22K, 10K, 5K, hingga 2,5K untuk anak-anak.
Mengusung tema “I Run The Adventure”, Bromo Marathon tahun ini menawarkan pengalaman berbeda bagi peserta. Rute lomba lebih banyak melewati jalur alam, seperti jalan tanah, perkebunan, hingga kawasan hutan di lereng Gunung Bromo.
Ketua Panitia Bromo Marathon, Dedik Kurniawan, mengatakan rute tahun ini disesuaikan karena jalur utama tidak dapat digunakan setelah terjadi kebakaran hutan.
“Tahun ini kita menggunakan jalur yang lebih menunjukkan alam dengan rute di lereng Gunung Bromo. Hal ini menjadi tantangan baru bagi peserta 42K,” ujar Dedik.
Menurut dia, perubahan rute tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta. Sebaliknya, jumlah dan minat pelari tetap tinggi.
Wakil Bupati Pasuruan H. Shobih Asrori yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Pasuruan menilai Bromo Marathon turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di kawasan Tengger.
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara menunjukkan bahwa Bromo Marathon telah berkembang menjadi ajang olahraga sekaligus promosi pariwisata.
“Kegiatan yang saling mendukung antara penyelenggara hingga masyarakat, semua merasakan dampak positif dan Tengger semakin dikenal,” kata Gus Shobih.
Ia berharap penyelenggaraan Bromo Marathon dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai potensi wisata dan budaya Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat internasional.
“Ke depan semua potensi yang ada bisa disampaikan ke internasional. Terbukti ada pelari dari 22 negara yang hadir. Ini menunjukkan Bromo Marathon sudah internasional,” ujar Gus Shobih.(syn)
