KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menerima kunjungan perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO) bersama sejumlah wartawan untuk membahas proses perencanaan hingga pelaksanaan lelang pengadaan barang dan jasa, Senin (6/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dengan unsur masyarakat sipil dalam rangka memperkuat transparansi anggaran dan akuntabilitas publik, khususnya pada sektor pengadaan.
Perwakilan Koalisi Masyarakat untuk Pembangunan Pasuruan (KMP), Musa Ashari, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bagian dari komitmen masyarakat dalam mengawal penggunaan anggaran publik agar berjalan terbuka dan sesuai ketentuan.
“Kehadiran kami kali ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga transparansi anggaran dan akuntabilitas publik,” ujar Musa.
Menurut dia, diskusi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui secara rinci tahapan perencanaan pengadaan barang dan jasa, mulai dari pemaparan proses lelang, survei harga pasar, hingga hasil negosiasi antara Dinas Kesehatan dengan penyedia barang dan jasa.
Hal senada disampaikan Saiful Rijal, peserta lain yang juga menjabat Ketua Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Indonesia.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja instansi pemerintah sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
“Kedatangan kami tidak lain untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, mencegah tindakan korupsi maupun penyimpangan, serta mendorong efisiensi anggaran,” kata Saiful.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, menyambut positif kunjungan tersebut dan menegaskan pihaknya terbuka terhadap pengawasan publik.
Ia menyampaikan bahwa masukan dari masyarakat dan media akan menjadi bahan evaluasi internal bagi instansinya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dalam melakukan kontrol sosial terhadap dinas kesehatan. Masukan hari ini menjadi catatan bagi kami untuk evaluasi internal serta bahan perbaikan ke depan. Kami terbuka terhadap pengawasan publik,” ujar Shierly.
Dalam pertemuan itu, Shierly didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Rachmika Penti serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya, Ika Anggraeni.(ze)




