3 Gua Alami Ditemukan di Lereng Bromo, Warga Pasuruan Berdatangan

PASURUAN | gatradaily.com – Tiga gua alami ditemukan di kawasan lereng Pegunungan Bromo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penemuan tersebut menghebohkan warga hingga membuat masyarakat berdatangan untuk melihat langsung keberadaan gua.

Ketiga gua berada di kawasan yang berdekatan dengan rumah Ngatimin, warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Satu gua berada tepat di samping rumah, sedangkan dua lainnya berada di area kebun tak jauh dari lokasi tersebut.

Dari permukaan, ketiga gua terlihat seperti lubang dengan ukuran kurang dari satu meter. Namun, lubang tersebut cukup untuk dimasuki orang dewasa maupun anak-anak.

Di bagian dalam, terdapat rongga alami dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,5 meter. Lebarnya diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 meter.

Belum diketahui apakah ketiga gua tersebut saling terhubung. Pemerintah juga belum memastikan apakah keberadaan gua berkaitan dengan sejarah atau peninggalan masa kerajaan.

Pemilik rumah, Ngatimin mengungkapkan, keberadaan gua sebenarnya telah diketahuinya sejak 1994. Saat itu, ia sedang menambang batu di lokasi yang kini menjadi rumahnya.

Ketika menambang, alat betel yang digunakan Ngatimin tiba-tiba jatuh ke sebuah lubang. Ia kemudian membongkar batu-batu di sekitar lubang tersebut.

Dari pembongkaran itu, terlihat adanya rongga di bawah tanah yang ternyata merupakan bagian dari gua alami.

“Sudah diketahui sejak 1994. Waktu itu saya sedang menambang batu, alat betel saya jatuh ke lubang,” ujar Ngatimin. Kamis (10/9/2026).

Keberadaan gua kembali menjadi perhatian setelah informasinya beredar di media sosial. Warga pun mulai mendatangi lokasi untuk melihat langsung tiga gua tersebut.

Meningkatnya jumlah warga yang datang membuat Pemerintah Desa Andonosari bersama pemerintah kecamatan melaporkan keberadaan gua kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan.

Peninjauan awal dilakukan untuk memastikan kondisi dan karakteristik gua. Dari hasil pemeriksaan, ketiga lokasi tersebut dipastikan merupakan gua alami dan bukan gua buatan manusia.

Kepala Desa Andonosari Ahmad Pujianto mengatakan pihaknya sengaja melaporkan temuan tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut.

“Kami melaporkan keberadaan gua ini agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut,” kata Ahmad.

Pemerintah Desa Andonosari mengimbau warga untuk sementara tidak masuk ke dalam gua. Imbauan tersebut diberikan karena kondisi struktur tanah di dalam gua belum diperiksa secara menyeluruh.

Pemdes berharap instansi terkait dapat melakukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memastikan tingkat keamanan gua bagi masyarakat.

Penelitian juga diperlukan untuk mengetahui karakteristik gua serta kemungkinan adanya nilai sejarah maupun potensi lain yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat.

“Untuk sementara warga kami imbau tidak masuk dulu karena kondisi bagian dalam gua belum diperiksa secara menyeluruh,” pungkas Ahmad.(syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup