PASURUAN | gatradaily.com – Serikat pekerja menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Hotel Inna Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan.
Mengusung tema “Menuju Solidaritas Serikat yang Modern, Adaptif, dan Produktif”, rakercab diawali dengan rangkaian pembukaan, mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Serikat Pekerja, doa bersama, hingga sambutan dari sejumlah pihak.
Rakercab secara resmi dibuka oleh Plant Director Pasuruan, Asep Mawan Ruswandi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan serikat pekerja.
Menurut Asep, hubungan yang sehat hanya dapat terwujud melalui komunikasi terbuka dan semangat kolaborasi. Ia menilai, musyawarah menjadi kunci dalam mencari solusi terbaik yang mengakomodasi kepentingan perusahaan sekaligus pekerja.
Kehadiran unsur manajemen dalam pembukaan rakercab dinilai memperkuat pendekatan dialog sosial sebagai fondasi hubungan industrial yang berkelanjutan.
Secara substantif, agenda rakercab difokuskan pada penguatan kapasitas organisasi, baik dari sisi pemahaman normatif, struktural, maupun strategis. Para peserta juga mendapatkan pembekalan dari narasumber Kementerian Ketenagakerjaan RI, Faisal Rizza.
Dalam pemaparannya, Faisal menjelaskan perkembangan norma ketenagakerjaan pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 166/PUU-XXI/2023. Ia menyoroti pentingnya reposisi peran serikat pekerja dalam sistem hubungan industrial nasional.
Selain itu, ia juga menekankan penguatan dialog sosial, baik melalui mekanisme tripartit maupun bipartit, sebagai instrumen pencegahan konflik. Optimalisasi fungsi Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit serta pendekatan preventif dan kuratif dalam penyelesaian perselisihan turut menjadi fokus pembahasan.
Faisal menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif serikat pekerja yang dinilai proaktif dalam memperkuat kapasitas organisasi.
Ia menilai, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan ketenagakerjaan nasional, di mana serikat pekerja tidak hanya berperan sebagai penyeimbang, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Pleno I yang diawali pembacaan tata tertib sebagai bagian dari penguatan disiplin organisasi. Sidang ini membahas evaluasi program kerja serta kinerja organisasi, termasuk mengidentifikasi berbagai isu ketenagakerjaan yang berdampak pada kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja.
Selanjutnya, peserta mengikuti sidang komisi yang terbagi dalam tiga bidang, yakni komisi organisasi, komisi program dan advokasi, serta komisi keuangan dan kesejahteraan. Melalui forum ini, peserta merumuskan sejumlah rekomendasi strategis berbasis kebutuhan anggota.
Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, peserta melakukan refleksi nilai-nilai perjuangan serikat pekerja sebagai upaya memperkuat solidaritas dan kesadaran kolektif.
Melalui rakercab ini, serikat pekerja menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi organisasi berbasis pengetahuan yang responsif terhadap perubahan, sekaligus berperan aktif sebagai mitra sosial dalam menciptakan hubungan industrial yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan.(syn)




