Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Demo Mahasiswa Bawean di Pemprov Jatim Ricuh
SURABAYA | gatradaily.com – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis (8/10/2026), berujung ricuh.
Massa kecewa lantaran tidak ditemui langsung oleh Gubernur Jatim saat menyampaikan tuntutan terkait transportasi laut dan layanan kesehatan di Pulau Bawean.
Dalam aksi tersebut, para demonstran mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol keprihatinan. Situasi memanas ketika tuntutan untuk berdialog langsung dengan gubernur tidak terpenuhi.
Koordinator Lapangan AMPB, Abdul Halim Satriya, mengatakan kedatangan mereka bertujuan meminta kepastian kebijakan pemerintah provinsi terkait persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Bawean.
“Kedatangan kami ke sini adalah untuk menuntut kebijakan Gubernur Jawa Timur terhadap persoalan transportasi laut dan layanan kesehatan di Pulau Bawean,” kata Halim saat berorasi.
Menurut dia, ketidakpastian pelayaran rute Bawean-Gresik telah berlangsung lama. Kondisi itu dinilai menghambat mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Ketua Umum AMPB, Saiq Khayran, menyebut ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Pertama, meminta jaminan transportasi laut rute Bawean-Gresik yang aman dan berkelanjutan. Kedua, mendesak peningkatan mutu serta kelayakan layanan kesehatan di Pulau Bawean. Ketiga, meminta Gubernur Jatim mengusulkan pembentukan Badan Otoritas Pulau Bawean kepada Presiden RI.
Saiq menegaskan, tuntutan tersebut merupakan persoalan lama yang terus dikeluhkan masyarakat.
Dia juga menyayangkan belum adanya respons atas permohonan audiensi yang dikirimkan AMPB kepada Pemprov Jatim pada 2 Oktober 2026.
“Kami sudah menempuh jalur audiensi dan menyampaikan permohonan secara resmi. Hari ini kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Yang kami harapkan sederhana, pemerintah hadir dan memberikan jawaban yang konkret,” ujarnya.
Aksi di Surabaya itu merupakan kelanjutan perjuangan AMPB setelah sebelumnya menyampaikan aspirasi serupa kepada Pemerintah Kabupaten Gresik.
AMPB berharap pemerintah tidak sekadar memberikan pernyataan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret untuk menjawab persoalan transportasi laut dan layanan kesehatan yang dihadapi masyarakat Pulau Bawean.(syn)*

























