Karnaval Seni dan Budaya Desa Oro Oro Ombo Kulon Digelar, Polisi Sweeping Miras
PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Desa Oro Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menggelar Karnaval Seni dan Budaya 2026, Sabtu (26/7/2026).
Karnaval tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1.097, sekaligus selamatan desa.
Karnaval dibuka langsung Kepala Desa Oro Oro Ombo Kulon, Hariono. Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan seni dan budaya sekaligus mengajak masyarakat menjauhi berbagai kegiatan negatif.
“Kegiatan ini kami tonjolkan adalah seni dan budayanya, biar nilai-nilai yang negatif, nilai-nilai yang kurang baik, tetap bisa kita hilangkan,” kata Hariono.
Hariono meminta seluruh peserta mengikuti arahan panitia serta aparat TNI dan Polri selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pengamanan diperlukan agar karnaval berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
“Mohon kerja samanya semua peserta. Kami lindungi, dijaga oleh TNI dan Polri,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan budaya lokal. Di sisi lain, Hariono juga mengingatkan agar kegiatan tidak diwarnai minuman keras maupun tawuran.
Kapolsek Rembang AKP Supriyanto mengatakan polisi melakukan pengawasan dan sweeping terhadap penonton untuk mengantisipasi peredaran atau konsumsi minuman keras selama karnaval.
“Kami melakukan sweeping. Apabila ditemukan hal tersebut, akan diproses secara hukum agar kegiatan ini menjadi kondusif sesuai harapan,” tegas Supriyanto.
Karnaval diikuti berbagai peserta dari sejumlah RT dan RW di Desa Oro Oro Ombo Kulon. Rombongan pertama diberangkatkan dari Kuda Perkasa, RT 2/RW 8.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 00.00 WIB. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh warga.
Karnaval Seni dan Budaya 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal.(syn)
























