Pamit ke Sungai, Pria 62 Tahun di Pasuruan Ditemukan Tewas Tenggelam
KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, digegerkan penemuan jasad pria di Sungai Welang. Korban, Makhrus (62), diduga terpeleset lalu tenggelam setelah pamit pergi ke sungai sehari sebelumnya.
Jasad Makhrus ditemukan warga pada Rabu (23/9/2026) pagi. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam aliran Sungai Welang.
Warga yang mengetahui penemuan itu langsung berupaya mengevakuasi korban. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu mengangkat jasad dari dalam sungai ke tepi.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Setelah berhasil dibawa ke daratan, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka.
Petugas Identifikasi Polres Pasuruan Kota juga mendatangi lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka pada bagian kepala korban. Polisi menduga luka tersebut akibat benturan dengan batu di sekitar sungai.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaedi mengatakan, korban sebelumnya sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke sungai pada Selasa (22/9) sore.
Namun, Makhrus tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga kemudian mencari keberadaan korban.
“Pihak keluarga sempat melakukan pencarian setelah korban tidak kembali. Namun hasilnya nihil,” ujar Junaedi.
Hingga akhirnya, warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Welang pada Rabu pagi.
Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga korban mengalami kecelakaan di sekitar sungai.
Korban diduga terpeleset, kemudian jatuh ke dalam sungai. Kondisi korban yang disebut tidak bisa berenang diduga membuatnya tidak mampu menyelamatkan diri.
“Luka di kepala diduga karena terbentur batu. Dugaan sementara korban terpeleset kemudian tenggelam,” jelas Junaedi.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana pembunuhan dalam kematian Makhrus.
Pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah di rumah sakit. Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di desa setempat.(jaka/syn)
























