<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Penunjukan pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Pasuruan menuai kritik keras dari internal partai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah kader menilai langkah tersebut janggal dan tidak sejalan dengan ketentuan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 02/DPP/Golkar/IV/2025 yang mengatur masa jabatan serta mekanisme Musyawarah Daerah (Musda).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam juklak tersebut dijelaskan, masa jabatan pengurus yang telah berakhir otomatis diperpanjang hingga Musda terlaksana, tanpa perlu pembaruan surat keputusan (SK).</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun penunjukan Plt hanya dapat dilakukan jika terjadi pelanggaran berat atau pimpinan berhalangan tetap. Dua kondisi itu, menurut para kader, tidak terjadi di Pasuruan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Kosgoro Kabupaten Pasuruan, Wahyudi, menilai kebijakan pergantian ini sebagai bentuk penodaan terhadap etika dan tradisi politik Golkar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dalam AD/ART dan Juklak Nomor 2 sudah jelas dan tegas. Tapi tiba-tiba ada pergantian tanpa pemberitahuan resmi. Ini preseden buruk bagi Golkar sendiri,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).</p>
<p style="text-align: justify;">Wahyudi mengungkapkan, DPD Golkar Kabupaten Pasuruan sebelumnya telah dua kali mengajukan pelaksanaan Musda kepada DPD Provinsi dan DPP Golkar.</p>
<p style="text-align: justify;">Usulan pertama, yang diajukan 1 September untuk pelaksanaan pada 28 September, tidak direspons. Begitu pula usulan kedua untuk tanggal 25 Oktober yang tak kunjung ditindaklanjuti.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tanpa ada jawaban, tiba-tiba muncul kabar semua pengurus diganti dengan Plt. Pertanyaannya, apakah pengurus lama melanggar aturan? Tidak. Apakah mereka berhalangan tetap? Juga tidak. Maka mengganti mereka dengan Plt jelas menyalahi juklak,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menduga keputusan penunjukan Plt tidak lepas dari manuver politik menjelang Musda, di mana pihak tertentu disebut ingin mengambil alih pelaksanaan forum tersebut untuk mengamankan calon yang diusung.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tujuan intinya mengarah pada upaya mengegolkan calon tertentu dalam Musda nanti,” pungkasnya.(ze/syn)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil yang tengah ditangani kepolisian di…
PASURUAN | gatradaily.com – Panitia Khusus (Pansus) Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan merekomendasikan penghentian total…
PASURUAN | gatradaily.com – Pengukuhan pengurus baru Yayasan Panca Wahana sekaligus pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama…
PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan proses “cleansing” atau pemutakhiran data Lahan Sawah…
PASURUAN | gatradaily.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres…
PASURUAN | gatradaily.com – Kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan Mawardi, warga Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan,…