Bangun Mental Spiritual, Lapas Pasuruan Intensifkan Pembinaan Bersama LDNU
KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan, Jawa Timur, terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan.
Salah satunya dilakukan melalui pembinaan keagamaan yang melibatkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Pasuruan.
Kegiatan tersebut digelar di masjid Lapas Pasuruan, Jumat (25/9/2026). Warga binaan mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam pembinaan itu, warga binaan mendapatkan materi mengenai pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, baik ibadah wajib maupun sunnah.
Materi yang disampaikan antara lain mengenai puasa wajib dan sunnah, tadarus Al Quran, shalat sunnah, memperbanyak sedekah, serta pentingnya menjaga perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pemateri dari LDNU Kota Pasuruan juga mengajak warga binaan menjadikan masa menjalani pidana sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah.
Masa pembinaan di Lapas diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesabaran, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan kedisiplinan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah.
Kepala Lapas Pasuruan, Fahmi Rezatya Suratman, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.
“Melalui pembinaan bersama LDNU ini, kami berharap keimanan semakin kuat dan amalan sunnah dapat dijalankan secara istiqamah,” kata Fahmi.
Menurut dia, penguatan mental dan spiritual menjadi salah satu fondasi dalam membentuk kepribadian warga binaan agar menjadi lebih baik.
Dengan bekal keimanan dan pembinaan yang diperoleh selama berada di Lapas, warga binaan diharapkan dapat lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap mereka dapat membawa perubahan positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung khidmat. Warga binaan tampak menyimak materi yang diberikan dan mengikuti sesi tanya jawab.
Lapas Pasuruan bersama LDNU Kota Pasuruan berkomitmen melanjutkan sinergi tersebut agar pembinaan keagamaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pembinaan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membantu warga binaan membangun sikap, akhlak, dan mental yang lebih baik sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas.(syn)
























