PASURUAN | gatradaily.com – Polemik sidang perkara Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kembali melebar.
Setelah sebelumnya nama KNPI dikaitkan dengan kehadiran seseorang yang mengenakan atribut organisasi saat persidangan, kini giliran Banser ikut terseret.
Sorotan muncul setelah dua orang yang berada di kubu penggugat terlihat mengenakan seragam organisasi berbeda saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Bangil. Salah satunya memakai atribut KNPI, sementara lainnya mengenakan jaket Banser.
Belakangan diketahui jaket Banser tersebut merupakan milik Dirwan, namun saat persidangan dipakai oleh Sai’in, warga Kecamatan Kraton, karena dipinjamkan.
“Saya dipinjami jaket Banser dari rumah. Katanya karena gerah pakai dua baju, akhirnya jaket Banser dipinjamkan ke saya. Sedangkan yang KNPI dipakai Mas Dirwan,” kata Sai’in saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026) malam.
Sai’in mengaku hanya mengikuti ajakan Dirwan ke Bangil dan tidak mengetahui agenda yang akan dihadiri merupakan persidangan perkara PTSL.
Menanggapi hal itu, Kasatkorcab Banser Bangil, Nanang Supriyanto, menegaskan pihaknya telah melakukan penelusuran dan memastikan pengguna atribut tersebut bukan anggota resmi Banser.
“Kami telusuri dan memang bukan anggota Banser,” ujar Nanang.
Menurutnya, seseorang baru dapat disebut anggota Banser apabila telah mengikuti pendidikan dan pelatihan resmi organisasi. Karena itu, penggunaan atribut tanpa status keanggotaan dinilai tidak sesuai aturan.
Nanang juga memastikan Banser tidak memiliki agenda maupun keterlibatan dalam persidangan tersebut. Ia menegaskan setiap kegiatan resmi organisasi selalu melalui surat tugas dan koordinasi pimpinan.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melakukan penertiban penggunaan atribut Banser di tingkat ranting dan meminta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf.
Sementara itu, Dirwan membantah membawa nama organisasi dalam kehadirannya di pengadilan. Ia mengaku penggunaan atribut tersebut murni spontanitas dan tidak terkait kegiatan Banser.
“Tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi Banser. Hanya spontan,” katanya.(syn)





