Pemerintahan

AJPB Semprot Kinerja BGN Pasuruan: Fasilitas Difasilitasi Pemkab, Tapi Keracunan Siswa Masih Terjadi

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PASURUAN<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Program Makan Bergizi Gratis &lpar;MBG&rpar; di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan&period; Kali ini&comma; Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu &lpar;AJPB&rpar; secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap kinerja Badan Gizi Nasional &lpar;BGN&rpar; Kabupaten Pasuruan yang dinilai belum menunjukkan tata kelola yang transparan dan profesional&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dalam audiensi bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan dan Satgas BGN&comma; Senin &lpar;22&sol;6&sol;2026&rpar;&comma; AJPB menilai pelaksanaan program unggulan pemerintah pusat tersebut justru menyisakan banyak persoalan di lapangan&comma; mulai dari minimnya keterbukaan informasi hingga munculnya kasus keracunan yang menimpa puluhan pelajar di wilayah Martopuro&comma; Kecamatan Purwosari&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Ketua AJPB&comma; Henry Sulfianto&comma; mempertanyakan efektivitas kinerja BGN Kabupaten Pasuruan&period; Menurutnya&comma; dukungan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan berupa kantor hingga kendaraan operasional belum berbanding lurus dengan kualitas pengawasan dan transparansi yang dijalankan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Pemkab sudah memberikan fasilitas&period; Tapi masyarakat justru kesulitan mendapatkan informasi dasar&comma; seperti berapa SPPG yang disanksi&comma; siapa yang melanggar&comma; dan tindakan apa yang sudah dilakukan&period; Ini yang membuat publik bertanya-tanya&comma;&&num;8221&semi; kata Henry dalam forum audiensi&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Tak hanya itu&comma; AJPB bahkan meminta adanya evaluasi serius terhadap kepemimpinan Koordinator BGN Kabupaten Pasuruan&period; Permintaan tersebut muncul setelah sejumlah persoalan yang mencuat dinilai tidak mendapatkan penjelasan yang memadai kepada publik&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kritik keras disampaikan Komisioner AJPB&comma; Masroni&period; Ia menyoroti kasus dugaan keracunan susu yang menyebabkan sejumlah siswa SMP di wilayah Martopuro mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu program MBG&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurutnya&comma; peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa&period; Satgas BGN diminta mengusut secara menyeluruh jalur distribusi susu hingga proses verifikasi kelayakan produk sebelum diberikan kepada siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kalau sampai puluhan anak sakit&comma; tentu ada yang harus bertanggung jawab&period; Dari mana susu itu berasal&comma; siapa yang meloloskan&comma; dan bagaimana pengawasannya harus dibuka secara terang kepada publik&comma;&&num;8221&semi; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Selain kasus keracunan&comma; AJPB juga menyoroti persoalan sanitasi di salah satu SPPG di Kecamatan Bangil yang sebelumnya disebut memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah &lpar;IPAL&rpar; yang tidak memenuhi standar&period; Temuan tersebut dinilai menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap kelayakan operasional dapur penyedia MBG&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menanggapi berbagai kritik tersebut&comma; perwakilan BGN Kabupaten Pasuruan&comma; Nurkholis&comma; membantah sejumlah isu yang berkembang&period; Salah satunya terkait dugaan pengurangan jumlah siswa penerima manfaat yang belakangan ramai diperbincangkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut Nurkholis&comma; angka penerima manfaat hanya disesuaikan dengan data kehadiran siswa yang diberikan pihak sekolah dan bukan merupakan bentuk pengurangan kuota&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Ia juga memastikan seluruh SPPG diwajibkan memiliki IPAL dan sertifikat laik operasi&period; Saat ini&comma; puluhan SPPG telah mengantongi sertifikasi&comma; sementara sisanya masih dalam proses pengurusan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Terkait kasus keracunan&comma; Nurkholis mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dalam forum tersebut&comma; Satgas BGN juga menjelaskan bahwa pergantian Koordinator BGN Kabupaten Pasuruan bukan merupakan kewenangan daerah maupun DPRD&period; Usulan evaluasi hanya bisa diteruskan kepada pimpinan BGN di tingkat pusat&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sementara itu&comma; anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan&comma; Najib&comma; menyatakan dukungannya terhadap tuntutan transparansi yang disampaikan AJPB&period; Ia meminta seluruh pihak yang diduga lalai dalam pelaksanaan program segera dievaluasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kalau ada yang salah harus dipanggil dan diperiksa&period; Program ini menyangkut kesehatan anak-anak&comma; sehingga tidak boleh ada ruang untuk kelalaian&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Senada dengan itu&comma; anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan&comma; Kasiman&comma; menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan secara profesional dan sesuai regulasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Namun demikian&comma; menurutnya&comma; keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan&period; Pengawasan&comma; keamanan pangan&comma; hingga transparansi pengelolaan juga harus menjadi prioritas utama agar kejadian seperti dugaan keracunan di Martopuro tidak kembali terulang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Audiensi berakhir dengan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Pasuruan&period; AJPB menilai program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa itu tidak boleh dibiarkan berjalan dengan pengawasan yang lemah&comma; terlebih ketika keselamatan peserta didik menjadi taruhannya&period;&lpar;syn&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

Lapak Seng PKL di Perempatan Kedawung Wetan Grati Dinilai Berbahaya, Warga: “Hampir Terserempet Truk”

PASURUAN | gatradaily.com – Usaha milik PKL di perempatan Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten…

7 jam ago

Polres Pasuruan Kota Gencarkan Patroli di Karanganyar, Sasar Penyakit Masyarakat

PASURUAN | gatradaily.com – Polres Pasuruan Kota menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah…

20 jam ago

Abaikan SMKK, Material Galian Proyek Jalan Tambakrejo-Lumbang Makan Badan Jalan, Pengguna Jalan Terancam

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tambakrejo - Lumbang R.222 di Kabupaten Probolinggo kembali…

1 hari ago

SAE PATENANG Ucapkan Selamat, Lutfi Andi Firmansyah Nahkodai PSAWI Kota Probolinggo 2026-2030

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Ranger SAE PATENANG menyampaikan ucapan…

2 hari ago

Sengketa Hak Asuh Anak 4 Tahun Masuk Kasasi, LPA dan GM FKPPI Pasuruan Minta MA Pertimbangkan Kepentingan Anak

PASURUAN | gatradaily.com – Sengketa hak asuh anak berinisial JLJ (4) di Kota Pasuruan kini…

3 hari ago

Usai Widi Meninggal Setelah Diamankan Polisi, Keluarga Bantah Cabut Laporan di Polda Jatim

PASURUAN | gatradaily.com – Keluarga almarhum Widi Nur Cahyono, warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten…

3 hari ago