Mahasiswa Ultimatum Pemkot-DPRD Pasuruan soal Pakta Integritas

Mahasiswa dan pemuda Pasuruan saat menggelar aksi di depan Gedung Pemkot Pasuruan. Rabu (23/9/2026).

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Aliansi mahasiswa dan pemuda Pasuruan kembali menyoroti tindak lanjut Pakta Integritas yang ditandatangani pimpinan daerah saat aksi demonstrasi pada 23 September 2026.

Memasuki H+7, mahasiswa menilai belum ada realisasi konkret atas tuntutan yang disampaikan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan pemuda menyegel Gedung DPRD Kota Pasuruan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan kemudian menemui massa dan menandatangani Pakta Integritas yang memuat sejumlah tuntutan.

Tuntutan itu antara lain pembatalan dan refocusing anggaran pemeliharaan rumah dinas senilai Rp 522 juta, penanganan krisis air di Kelurahan Bugul Lor, Karanganyar, Panggung, dan Ngemplak, perlindungan terhadap PKL, serta penanganan persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Ketua PC PMII Pasuruan Achmad Zulpan Abida mengatakan pihaknya kecewa karena hingga tujuh hari setelah penandatanganan belum melihat tindak lanjut yang dianggap konkret.

“Penandatanganan pakta integritas kemarin ternyata tidak ada harganya bagi eksekutif dan legislatif. Sampai hari ini, H+7, tidak ada satu pun poin tuntutan yang ditindaklanjuti,” kata Zulpan. Kamis (01/10/2026).

Dia menilai pemerintah daerah dan DPRD perlu menunjukkan langkah nyata atas poin-poin yang telah disepakati di hadapan massa.

Sementara itu, Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya M Ubaidillah Abdi memberikan tenggat waktu tambahan selama tujuh hari kepada Pemkot dan DPRD Kota Pasuruan.

“Kami beri deadline tujuh hari dari sekarang. Jika dalam waktu satu minggu ke depan tidak ada realisasi tertulis atas seluruh poin pakta integritas, kami akan kembali turun ke jalan dengan eskalasi pergerakan yang lebih besar,” tegas Ubaidillah.

Aliansi mahasiswa dan pemuda menyatakan akan memantau tindak lanjut tuntutan tersebut selama masa tenggat. Mereka juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan yang tercantum dalam Pakta Integritas belum direalisasikan.

“Kami tunggu itikad baik dan tindakan nyata dalam tujuh hari ke depan,” pungkasnya.(afd/ze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup