Sidoarjo Bidik Juara Umum Porprov Jatim 2027, Siapkan 1.000 Atlet Lewat Puslatkab

Bupati Sidoarjo Subandi saat pemukulan gong menandai dimulainya Puslatkab KONI Sidoarjo menuju Porprov Jatim 2027.

SIDOARJO | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027.

Melalui program Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) bertajuk The Golden Generation of Sidoarjo, Sidoarjo memasang target ambisius, yakni meraih 1.000 poin sekaligus merebut gelar juara umum pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Sidoarjo, M. Rafi Wibisono, mengatakan persiapan dilakukan lebih awal untuk memberikan kesempatan kepada para atlet meningkatkan kemampuan fisik, teknik, strategi, hingga mental bertanding.

Menurutnya, pembinaan yang terencana dan berkelanjutan menjadi kunci untuk menghadapi persaingan ketat antar daerah pada Porprov Jatim 2027.

“Untuk mencapai target, tidak ada kemenangan yang instan. Maka, kita harus mempersiapkan sejak awal. Untuk cabang olahraga individu, kita dahulukan karena merupakan cabang olahraga terukur yang dapat dipetakan potensi perolehan medali emasnya,” ujar Rafi.

Rafi menjelaskan, program Puslatkab diselenggarakan dalam tiga tahap sebagai bagian dari strategi KONI Sidoarjo mempersiapkan atlet terbaik.

Tahap pertama berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 dengan melibatkan 287 atlet dan 86 pelatih.

Pada tahap awal tersebut, pembinaan difokuskan pada cabang olahraga (cabor) individu yang dinilai memiliki peluang besar menyumbangkan medali emas.

Selanjutnya, tahap kedua dijadwalkan berlangsung mulai Januari 2027 dengan melibatkan seluruh cabang olahraga, baik individu maupun beregu.

Jumlah atlet yang mengikuti pemusatan latihan pada tahap tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang.

Sementara itu, tahap ketiga akan difokuskan pada pemantapan akhir menjelang pelaksanaan Porprov Jatim X yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027.

“Pemetaan atlet dilakukan bersama masing-masing pengurus cabang olahraga melalui penjaringan internal. Potensi atlet yang berpeluang menyumbangkan medali akan terus dipantau dan dievaluasi selama proses Puslatkab berlangsung,” kata Rafi.

Selain menjalani pemusatan latihan, para atlet juga didorong mengikuti berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan sekaligus memberikan pengalaman bertanding sebelum menghadapi atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

“Prestasi tidak hanya ditentukan dari kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga strategi, mental, dan karakter saat bertanding,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan atlet melalui program Puslatkab.

Subandi meminta KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga memberikan perhatian serius terhadap atlet potensial agar mereka tetap bertahan dan membela Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan dan masa depan atlet.

“Saya tidak ingin lagi ada atlet Sidoarjo yang pindah ke daerah lain. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial ini tetap kita jaga, kita bina, dan kita berikan perhatian agar mereka bangga membela Kabupaten Sidoarjo,” tegas Subandi.

Ia juga mengingatkan seluruh atlet dan pelatih agar menjalankan program latihan secara disiplin dan konsisten.

Subandi berharap persiapan yang dilakukan sejak dini mampu meningkatkan prestasi kontingen Sidoarjo pada Porprov Jatim 2027.

“Anak-anakku para atlet, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Mari harumkan nama keluarga dan Kabupaten Sidoarjo. Kita harus punya semangat dan target untuk menjadi juara, minimal mampu mempertahankan posisi runner-up,” pesannya.

Tidak hanya menargetkan prestasi olahraga, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjamin keberlanjutan masa depan atlet.

Subandi mengatakan, apresiasi terhadap atlet berprestasi tidak boleh berhenti pada pemberian bonus setelah memenangkan pertandingan.

Pemerintah daerah juga berupaya memberikan dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja setelah atlet menyelesaikan karier olahraganya.

“Kami akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi agar atlet berprestasi mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan,” ujarnya.

Selain beasiswa, Pemkab Sidoarjo juga berencana memperkuat fasilitas kesehatan bagi para atlet, termasuk melalui kepesertaan BPJS Kesehatan, pendampingan medis, dan kerja sama dengan rumah sakit.

“Dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit juga akan disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama latihan maupun pertandingan,” jelas Subandi.

Dalam upaya menjamin masa depan atlet, Pemkab Sidoarjo juga akan melibatkan perusahaan melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Subandi mengatakan, keberadaan Forum CSR diharapkan mampu menjembatani kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha, termasuk dalam membuka peluang kerja bagi atlet berprestasi.

“Kemarin kita sudah membentuk Forum CSR. Selanjutnya akan kita koordinasikan kebutuhan dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo,” ungkapnya.

Ia berharap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat setempat, termasuk para atlet yang telah mengharumkan nama daerah.

“Harapannya, tenaga kerja yang terserap merupakan warga Sidoarjo, termasuk atlet-atlet berprestasi yang nantinya memiliki kesempatan untuk berkarier di dunia usaha,” tambahnya.

Melalui persiapan atlet yang dilakukan secara bertahap serta dukungan pemerintah daerah, KONI Sidoarjo berharap program The Golden Generation of Sidoarjo mampu menjadi fondasi untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Target 1.000 poin dan gelar juara umum Porprov Jatim 2027 pun menjadi tantangan yang harus dijawab melalui pembinaan terukur, latihan disiplin, serta dukungan seluruh pihak.(syn)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup