Perumdam Tirta Umbulan Siapkan SIAP, Benahi Pipa hingga Meter Air

Direktur Utama Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan Yudhi Wibowo didampingi Humas Lukman saat memberikan keterangan terkait rencana pembenahan layanan air bersih, Rabu (15/10/2026).

PASURUAN | gatradaily.com – Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan menyiapkan sejumlah langkah untuk membenahi layanan air bersih yang dikeluhkan pelanggan. Pembenahan meliputi aplikasi pengaduan digital, revitalisasi jaringan sambungan rumah (SR), hingga penggantian meter air bermasalah.

Direktur Utama Perumdam Tirta Umbulan Yudhi Wibowo mengatakan kritik masyarakat dan media menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.

Hal itu disampaikan Yudhi saat ditemui bersama Humas Perumdam Tirta Umbulan, Lukman, di kantor perusahaan, Rabu (14/10/2026).

“Kami sadar tidak bisa sempurna, tapi kami terus berbenah. Kritik silakan, kami terima. Pintu kami terbuka 24 jam melalui Pak Lukman,” kata Yudhi, Kamis (15/10/2026).

Salah satu langkah yang disiapkan yakni peluncuran aplikasi SIAP atau Sistem Informasi Aduan Pelanggan. Aplikasi tersebut ditujukan untuk melayani sekitar 20 ribu pelanggan di empat kecamatan di Kota Pasuruan.

Melalui aplikasi itu, pelanggan nantinya bisa melaporkan gangguan tanpa datang ke kantor. Keluhan dapat disampaikan dengan menyertakan foto, mulai dari air tidak mengalir, meter buram, pipa bocor, hingga tagihan yang dinilai tidak wajar.

Laporan direncanakan langsung masuk ke tim teknis yang berjaga 24 jam. Pelanggan juga dapat memantau perkembangan penanganan, mulai dari aduan diterima, dikerjakan, hingga selesai.

Yudhi menyebut selama ini komunikasi dengan pelanggan juga dilakukan melalui humas. Menurutnya, Lukman aktif membagikan nomor ponsel agar masyarakat lebih mudah menyampaikan keluhan.

“Dia selalu mobile kapanpun tidak hanya jam kerja untuk memberikan penjelasan atas keluhan pelanggan ataupun masukan terhadap layanan yang kita berikan,” ujar Yudhi.

Selain menyiapkan layanan digital, Perumdam akan membenahi jaringan SR. Kondisi pipa yang tua, berkarat, dan mengalami kebocoran disebut menjadi salah satu penyebab aliran air belum maksimal.

Pada 2026, revitalisasi difokuskan di wilayah yang banyak mendapat keluhan, antara lain Panggungrejo, Bugul Kidul, dan Purworejo.

Menurut keterangan Perumdam, pembenahan tersebut didukung anggaran Pemkot Pasuruan melalui APBD 2026, yakni sekitar Rp 310 juta untuk revitalisasi dan Rp 305 juta untuk pengembangan jaringan.

Perumdam juga merencanakan pemasangan pompa pendorong di Jembatan Bokwedi untuk meningkatkan tekanan air.

Persoalan meter air turut menjadi perhatian. Perumdam berkomitmen mendata dan mengganti meter yang buram, macet, sulit dibaca, atau menunjukkan putaran tidak normal.

Penggantian dilakukan bertahap dengan memprioritaskan meter yang tidak layak baca dan telah dikeluhkan pelanggan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku serta kemampuan keuangan perusahaan.

Terkait rencana tera ulang, Perumdam menyatakan tengah membangun komunikasi resmi dengan BPK RI Perwakilan Jawa Timur serta UPT Metrologi Legal Dinas Perdagangan Kota Pasuruan.

Menurut Perumdam, langkah tersebut disiapkan untuk memastikan akurasi pengukuran meter air dan memberikan kepastian kepada pelanggan terkait pencatatan pemakaian.

Yudhi menegaskan pembenahan akan terus dilakukan. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan agar pelayanan dapat ditingkatkan sesuai kemampuan perusahaan dan aturan yang berlaku.(ze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup