Pemkab Sidoarjo Tekankan Peran Perempuan Berakhlak dalam Membangun Keluarga Tangguh

Asisten I Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, dalam Pengajian Malam Ahad Pahing bertema “Perempuan Berakhlak, Keluarga Tangguh”, Sabtu (7/11/2026).

SIDOARJO | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkarakter.

Ketahanan keluarga dinilai tidak hanya bergantung pada kondisi ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai keimanan, kasih sayang, dan akhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, dalam kegiatan Pengajian Malam Ahad Pahing yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.

Mengusung tema “Perempuan Berakhlak, Keluarga Tangguh”, kegiatan tersebut diikuti ribuan jamaah dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi, sejumlah kepala perangkat daerah, serta KH Ali Masycan Moesa yang memberikan tausiah kepada para jamaah.

Dalam sambutannya, Ainun mengatakan bahwa perempuan, khususnya seorang ibu, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Perempuan yang berakhlak adalah cahaya bagi keluarganya, ibu yang penuh kasih adalah kekuatan bagi anak-anaknya. Keluarga yang dilandasi iman serta akhlak mulia akan menjadi keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Ainun.

Menurut Ainun, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Nilai-nilai kehidupan, mulai dari kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab hingga kepedulian terhadap sesama, pertama kali dikenalkan melalui interaksi dalam keluarga.

Karena itu, keteladanan orang tua, terutama ibu, menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kepribadian dan karakter generasi muda.

“Dalam keluarga, seorang ibu memiliki peran yang sangat strategis. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keimanan,” katanya.

Ainun menjelaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui nasihat. Anak-anak juga belajar dari perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, dan memperlakukan orang lain.

Oleh sebab itu, ia menilai penguatan akhlak dalam keluarga menjadi landasan penting untuk menciptakan generasi yang memiliki integritas dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.

Ainun juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga pada era modern, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, tekanan ekonomi, hingga persoalan pengasuhan anak.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap anggota keluarga untuk mampu beradaptasi tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan keagamaan.

Perempuan diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam pendidikan, pemahaman agama maupun kemampuan mendampingi tumbuh kembang anak.

Ia menegaskan bahwa akhlak mulia tidak sebatas tercermin dari kesantunan dalam berbicara, tetapi juga dari sikap sabar, jujur, ikhlas, peduli, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Melalui kegiatan Pengajian Malam Ahad Pahing, Pemkab Sidoarjo berupaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial.

Kehadiran KH Ali Masycan Moesa sebagai penceramah diharapkan memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya menjaga akhlak dan memperkuat nilai keimanan dalam kehidupan rumah tangga.

Selain menjadi sarana pembinaan spiritual, pengajian tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pengurus TP PKK, dan masyarakat.

Ainun berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pesan keagamaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Dengan penguatan karakter dan pendidikan berbasis nilai moral sejak lingkungan keluarga, diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga berintegritas, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Ketahanan keluarga, menurut Ainun, perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari memberikan kasih sayang, membangun komunikasi yang baik, hingga memberikan keteladanan kepada anak-anak.(syn)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup