Parkir Sidoarjo Ditarget Full QRIS 2027, Tunggakan Jukir Capai Rp900 Juta

Bupati Sidoarjo Subandi saat berikan pengarahan kepada juru parkir di GOR Sidoarjo, Jumat (16/10/2026),

SIDOARJO | gatradaily.com – Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh pembayaran parkir menggunakan QRIS pada 2027. Digitalisasi disiapkan untuk meningkatkan transparansi penerimaan retribusi sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pembenahan tata kelola parkir harus dibarengi peningkatan pelayanan dan kedisiplinan juru parkir (jukir).

“Kita terus meningkatkan pelayanan parkir di Kabupaten Sidoarjo. Pengelolaannya harus lebih baik dan transparan agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan,” kata Subandi saat memimpin apel dan pengarahan jukir di GOR Sidoarjo, Jumat (16/10/2026).

Subandi menjelaskan pembagian pendapatan parkir telah disepakati sebesar 40 persen untuk jukir dan 60 persen untuk pemerintah daerah. Ia meminta ketentuan itu dipatuhi, termasuk penyetoran retribusi sesuai target masing-masing titik.

Selain urusan setoran, Subandi mengingatkan jukir agar melayani masyarakat dengan santun dan menghindari perselisihan dengan pengguna jasa parkir.

“Juru parkir harus melayani masyarakat dengan santun karena mereka merupakan mitra pemerintah daerah. Jika sudah diberikan dua kali peringatan tetapi tetap tidak memenuhi kewajiban, harus ada tindakan tegas,” ujarnya.

Pemkab Sidoarjo akan menerapkan pembayaran nontunai secara bertahap. Pengawasan juga akan diperkuat melalui dashboard monitoring dan pemasangan CCTV untuk memantau aktivitas parkir serta penerimaan retribusi.

“Pada 2027, semua parkir sudah menggunakan sistem non-tunai melalui QRIS. Dengan digitalisasi, kita bisa mengetahui potensi kebocoran dan tingkat kedisiplinan petugas secara lebih jelas,” jelasnya.

Subandi menegaskan jukir yang tidak bersedia mengikuti sistem tersebut akan dievaluasi. Penghentian kerja sama juga menjadi opsi.

“Kalau tidak mau mengikuti sistem yang sudah ditetapkan, silakan mengundurkan diri. Daripada kita terus mengurusi persoalan yang tidak selesai-selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki menyebut ada 175 titik parkir yang telah berkontrak dengan Dishub. Pengelolaannya melibatkan 462 petugas, terdiri atas 175 jukir utama dan 287 jukir pembantu.

Budi mengatakan penyetoran retribusi yang belum sesuai target masih menjadi persoalan. Total tunggakan petugas parkir mencapai sekitar Rp900 juta.

Sekitar 80 persen titik parkir tercatat masih memiliki tunggakan dengan nominal bervariasi.

“Secara umum tidak ada kendala serius. Namun, masih ada petugas yang menyetor tidak sesuai target. Jika surat peringatan tidak diindahkan, petugas dapat diberhentikan, sedangkan kewajiban tunggakannya tetap diproses,” kata Budi.

Hingga Oktober 2026, realisasi pendapatan parkir mencapai sekitar Rp3 miliar dari target Rp4 miliar. Pada 2027, target pendapatan direncanakan naik menjadi Rp5,1 miliar.

Saat ini, pembayaran parkir digital baru diterapkan di dua titik, yakni kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan GOR Sidoarjo. Dishub juga mencatat sekitar 24 titik parkir belum bekerja sama dengan pemkab dan akan didorong masuk dalam pengelolaan resmi.

Di sisi lain, Subandi menjanjikan penghargaan bagi jukir yang memenuhi target dan mendukung digitalisasi pembayaran parkir.

“Kalau target terpenuhi dan sistem berjalan baik, saya akan berikan reward kepada teman-teman juru parkir. Kita ingin membangun budaya kerja yang disiplin, tetapi juga memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi,” ujarnya.

Kegiatan pengarahan ditutup dengan pembagian bantuan sembako kepada para jukir dan foto bersam.(syn)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup