BEM Sampang Soroti Audiensi dengan DPRD Jatim: Harus Ada Komitmen, Bukan Respons Normatif

SAMPANG | gatradaily.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sampang menyoroti agenda audiensi BEM Madura Raya bersama anggota DPRD Jawa Timur Daerah Pemilihan (Dapil) Madura.

BEM Sampang menilai audiensi tersebut seharusnya tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi harus menghasilkan komitmen kebijakan yang konkret.

BEM Sampang menyebut audiensi merupakan bagian penting dari proses demokrasi sekaligus bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Namun, mereka menyayangkan ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD Jatim Dapil Madura dalam agenda tersebut. Menurut BEM Sampang, persoalan yang dibahas menyangkut kepentingan masyarakat Madura secara luas, bukan hanya kepentingan mahasiswa.

“Substansi yang dibawa bukan persoalan sektoral mahasiswa, melainkan persoalan masyarakat Madura secara luas, khususnya terkait kemiskinan dan ketimpangan pembangunan,” demikian sikap BEM Sampang.

BEM Sampang juga menyatakan tidak menerima jawaban yang disampaikan pihak DPRD Jatim yang hadir dalam audiensi. Mereka menilai respons tersebut masih bersifat normatif dan belum memberikan arah kebijakan yang konkret serta terukur.

Menurut mereka, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat harus memiliki tindak lanjut yang jelas, termasuk target penyelesaian dan bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

BEM Sampang menilai anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura memiliki mandat dari masyarakat Madura. Karena itu, mandat tersebut dinilai harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat serta perjuangan menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Madura.

“Kami menilai respons tersebut belum memberikan arah kebijakan yang konkret, terukur, dan memiliki indikator penyelesaian yang jelas,” tegas BEM Sampang.

BEM Sampang memastikan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah dan lembaga legislatif. Mereka menyatakan sikap kritis tersebut akan dilakukan secara objektif dan konsisten.

BEM Sampang menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan suara masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan hingga menghasilkan perubahan.

“Demokrasi tidak cukup hanya dengan keterwakilan. Demokrasi harus menghadirkan kebermanfaatan dan perubahan bagi rakyat,” pungkasnya.(syn)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup