Kejayan FC Juara Pasuruan Super League Bupati Cup 2026, Tekuk Kraton FC 1-0
PASURUAN | gatradaily.com – Kejayan FC membuat kejutan dengan keluar sebagai juara Pasuruan Super League (PSL) Bupati Cup 2026. Tim yang semula tak banyak diprediksi melaju jauh itu sukses menaklukkan Kraton FC dengan skor tipis 1-0 pada partai final di Lapangan Plumbon, Pandaan, Selasa (29/9/2026) sore.
Gol tunggal kemenangan Kejayan FC dicetak Arik, pemain bernomor punggung 18, pada menit ke-55. Hasil tersebut sekaligus mengukir sejarah baru bagi Kejayan FC di kompetisi sepak bola antarkecamatan se-Kabupaten Pasuruan itu.
Sejak babak pertama dimulai, kedua tim langsung tampil agresif. Kejayan FC dan Kraton FC sama-sama menerapkan pressing ketat serta melancarkan serangan untuk mencari gol pembuka.
Meski jual-beli serangan terjadi sepanjang babak pertama, rapatnya pertahanan kedua kesebelasan membuat peluang yang tercipta belum berbuah gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kejayan FC mulai tampil lebih dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.
Berawal dari kemelut di kotak penalti Kraton FC, Arik berhasil menyambar bola liar dan melepaskan tendangan terarah. Kiper Kraton FC gagal mengantisipasi sepakan tersebut sehingga Kejayan FC unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Kraton FC berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Kecepatan para pemain sayap beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Kejayan FC.
Namun, solidnya pertahanan dan penampilan apik penjaga gawang Kejayan FC membuat sejumlah peluang Kraton FC gagal berbuah gol. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Kejayan FC.
Final PSL Bupati Cup 2026 disaksikan ribuan suporter kedua kesebelasan. Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori juga terlihat mengikuti pertandingan sejak awal hingga selesai.
Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Wakil Ketua DPRD Muhammad Zaini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pasuruan.
Shobih mengapresiasi penampilan kedua tim yang dinilainya telah menunjukkan kemampuan terbaik. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan dan masyarakat yang membantu menjaga kelancaran pertandingan.
Meski sempat terjadi ketegangan antarsuporter setelah pertandingan berakhir, situasi dilaporkan kembali kondusif.
“Terima kasih untuk para aparat keamanan dan masyarakat yang ikut membantu untuk mengamankan jalannya pertandingan,” kata Shobih.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang menyaksikan laga final Kejayan FC melawan Kraton FC melalui siaran YouTube.
Rusdi menilai kedua kesebelasan memiliki kualitas permainan yang baik. Menurutnya, keberhasilan Kejayan FC dan Kraton FC menembus partai final menunjukkan bahwa keduanya merupakan tim yang patut diperhitungkan.
Dia juga menyoroti kemampuan para pemain Kraton FC yang dinilai mampu memberikan ancaman serius kepada lawan. Namun, dalam sebuah pertandingan, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari kompetisi.
“Secara pertandingan, baik Kraton FC maupun Kejayan FC sama-sama berkualitas. Mereka adalah tim terbaik yang mampu mengalahkan para jawara di Pasuruan Super League 2025 kemarin, dan sampai di partai puncak. Ini pencapaian terbaik yang saya lihat,” ujar Rusdi.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi itu turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, dukungan suporter merupakan modal penting bagi perkembangan olahraga daerah, tetapi tetap harus diiringi sikap tertib.
“Alhamdulillah. Saya ucapkan banyak terima kasih atas antusiasme warga Kabupaten Pasuruan untuk olahraga sepak bola ini. Saya akui luar biasa, tidak hanya pemain tapi juga penonton. Ya memang harus kita pahamkan bersama untuk bisa lebih tertib biar pemain juga enjoy selama bertanding,” tuturnya.
Rusdi menegaskan, Pasuruan Super League Bupati Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana menjaring talenta sepak bola muda dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Para pemain potensial diharapkan bisa dikembangkan untuk memperkuat Kabupaten Pasuruan dalam berbagai kompetisi, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), hingga menjadi bagian dari tim sepak bola kebanggaan daerah, Persekabpas dan Pasuruan United.
Menurutnya, tingginya fanatisme suporter perlu diarahkan agar memberikan dampak positif bagi kemajuan sepak bola daerah.
“Ini adalah fanatisme yang hanya perlu diarahkan. Yang penting misi kami untuk menjaring atlet muda berbakat berhasil,” pungkasnya.(syn)























