Subandi Perketat Pengawasan MBG di Sidoarjo, SPPG Diminta Patuh SOP dan Lengkapi Perizinan
SIDOARJO | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat aman, sehat, dan memenuhi standar.
Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan, pengawasan tidak hanya dilakukan saat makanan selesai dimasak. Pemeriksaan harus mencakup seluruh tahapan, mulai dari bahan makanan tiba di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), proses pengolahan, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Subandi saat memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda Sidoarjo, Forkopimka, koordinator wilayah SPPG se-Kabupaten Sidoarjo, serta Koordinator Wilayah KPPG Surabaya di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut membahas monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBG, termasuk upaya meningkatkan pelayanan dan kinerja SPPG di Kabupaten Sidoarjo.
“Program makan bergizi gratis merupakan salah satu program strategis nasional. Tentu kita terus mendukung penuh agar program ini sukses di Sidoarjo,” kata Subandi.
Menurut Subandi, keberhasilan MBG tidak cukup dilihat dari jumlah makanan yang didistribusikan. Pemerintah juga harus memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memiliki kualitas dan keamanan yang terjamin.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Subandi adalah kelengkapan perizinan SPPG.
Ia meminta SPPG yang proses perizinannya belum selesai segera melengkapinya. Menurut dia, kelayakan SPPG harus dipastikan sebelum pelayanan berjalan.
“Kalau ada kegiatan, perizinan harus dilakukan terlebih dahulu. Kita harus memastikan apakah SPPG itu layak atau tidak. Jangan sampai kegiatan sudah berjalan, izinnya baru dijalankan,” ujarnya.
Selain perizinan, pengelola SPPG diminta mendapatkan pendampingan dan pembekalan yang memadai. Hal itu diperlukan agar setiap pengelola memahami tugas dan tanggung jawab, khususnya terkait kualitas serta keamanan pangan.
Subandi juga mengingatkan pengelola SPPG untuk memastikan seluruh bahan makanan yang digunakan dalam kondisi baik.
Jika ditemukan bahan makanan yang kualitasnya tidak memenuhi standar, bahan tersebut harus segera dipisahkan dan tidak digunakan dalam proses pengolahan.
“Kalau bahannya tidak bagus, jangan digunakan. Jangan sampai bahan yang tidak bagus tetap diolah, akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
Selain bahan makanan, kondisi sanitasi dan lingkungan tempat pengolahan makanan juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.
Subandi meminta seluruh SPPG diperiksa untuk memastikan kondisi sanitasi memenuhi standar. Pemeriksaan juga tetap dilakukan terhadap SPPG yang telah menyelesaikan proses perizinan.
“Yang izinnya sudah selesai juga dicek kembali, apakah sanitasinya layak atau tidak. Ini penting untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Menurut Subandi, pemeriksaan tersebut diperlukan agar kelayakan SPPG tidak hanya dibuktikan melalui kelengkapan administrasi, tetapi juga kondisi tempat pengolahan makanan di lapangan.
Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab Sidoarjo berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG tingkat kabupaten.
Satgas tersebut nantinya diharapkan melibatkan perangkat daerah terkait serta unsur pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Subandi mengatakan, satgas diperlukan agar pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
“Satgas Kabupaten Sidoarjo akan kita bentuk. Kita harus tahu proses MBG. Mulai bahan datang, pengolahan, penyelesaian masakan, pengemasan, sampai pengiriman,” ujarnya.
Ia menambahkan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBG harus dilakukan secara berkelanjutan. Persoalan yang ditemukan di lapangan harus segera dikoordinasikan dan dicarikan solusinya.
Subandi menilai pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan pangan. Program tersebut juga bersinggungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program Pak Presiden ini harus sukses di Sidoarjo. Kita harus bersama-sama mendampingi dan memastikan program ini berjalan dengan baik,” pungkasnya.(syn*)























