KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Koalisi Masyarakat Pasuruan (KMP) menyoroti kualitas layanan di RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan dalam audiensi yang digelar pada Rabu (15/4/2026).

Mereka menilai rumah sakit daerah merupakan representasi negara dalam melayani masyarakat, khususnya warga yang sedang sakit.

“RSUD adalah wajah negara di hadapan rakyat sakit. Kalau pasien miskin harus antre hingga enam jam, membeli obat sendiri, tidak mendapat kamar layanan, bahkan harus berada di selasar, lalu siapa yang kita layani?” ujar Zenkiya, aktivis KMP, saat membuka audiensi.

Dalam forum tersebut, anggota KMP lainnya, Yusri, juga mempertanyakan peran dan fungsi Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr. Soedarsono.

Menurutnya, masyarakat belum mengetahui secara jelas kinerja Dewas, baik sebagai pengawas maupun evaluator pelayanan rumah sakit.

Ia mengacu pada ketentuan dalam PP Nomor 23 Tahun 2005 junto PP Nomor 74 Tahun 2012 tentang BLU/BLUD yang mewajibkan pembentukan Dewan Pengawas.

“Seperti apa hasil evaluasi pengawasannya, kapan dilaporkan ke publik, bahkan nomor pengaduannya saja tidak diketahui masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan, dr. Adi Widianto, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan KMP.

Ia menilai kritik dan saran tersebut menjadi dorongan untuk terus memperbaiki mutu pelayanan.

“Kami berterima kasih atas perhatian dari KMP. Setiap masukan menjadi bahan introspeksi. Memang masih banyak yang perlu dibenahi, tetapi perbaikan terus kami lakukan secara bertahap,” kata Adi.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam layanan. Namun, pihaknya memastikan persoalan pasien yang tidak mendapatkan ruang perawatan sudah tidak lagi terjadi, kecuali dalam kondisi darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Dalam kondisi tertentu, seperti lonjakan pasien di IGD, bisa saja terjadi keterbatasan tempat tidur. Namun, kami pastikan tidak sampai pasien ditempatkan di selasar karena selalu disiapkan alternatif tempat tidur,” ujarnya.

Didampingi jajaran manajemen, Adi juga menegaskan bahwa RSUD dr. Soedarsono tengah berfokus pada peningkatan efisiensi layanan melalui digitalisasi sistem pendaftaran dan rekam medis, serta percepatan alur rujukan pasien.

“Kami mengembangkan sistem pelayanan terpadu yang lebih cepat dan transparan, termasuk integrasi data dengan BPJS dan Disdukcapil agar pasien tidak lagi direpotkan urusan administratif,” tuturnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama, terutama untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan peralatan medis modern.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga empati. Kami ingin RSUD dr. Soedarsono menjadi rumah sakit rujukan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pasien,” kata Adi menutup pernyataannya.(syn/ze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *