3.500 Santri di Pasuruan Dikukuhkan Jadi Duta BESTARI, Dorong Sanitasi Pesantren

PASURUAN | gatradaily.com – Sebanyak 3.500 santri mengikuti Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur di Pondok Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang digelar Danone Indonesia ini menjadi upaya mendorong akses air bersih dan sanitasi layak di lingkungan pesantren.

Festival bertajuk Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola pesantren, pemerintah daerah, hingga lembaga yang bergerak di bidang penyediaan air bersih dan sanitasi.

Salah satu agenda utama kegiatan itu adalah pengukuhan Duta Santri BESTARI (Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri). Para santri yang terpilih diharapkan menjadi agen perubahan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.

Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para santri.

“Pesantren itu pusat pembentukan karakter. Kalau santrinya tidak hidup bersih dan sehat, bagaimana bisa jadi teladan bagi masyarakat?” kata Karyanto di hadapan para santri.

Persoalan air bersih dan sanitasi di lingkungan pesantren menjadi perhatian dalam festival tersebut. Berdasarkan survei Serikat Ekonomi Pesantren pada 2024 terhadap 210 pesantren di Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, sebanyak 54 persen pesantren yang disurvei memiliki akses air bersih layak. Sementara itu, hanya 38 persen yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.

Secara nasional, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang dikutip dalam kegiatan tersebut menyebutkan sekitar 45,4 juta penduduk Indonesia belum memiliki akses sanitasi layak. Hampir 25 juta orang juga dilaporkan belum menggunakan toilet, sedangkan air limbah domestik yang diolah secara aman baru mencapai sekitar 7 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi untuk memperluas akses air bersih dan meningkatkan kualitas sanitasi, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan.

Dalam upaya memperluas akses air bersih dan sanitasi, Danone Indonesia melalui komitmen Danone Impact Journey mengembangkan berbagai program kolaborasi. Perusahaan tersebut mengklaim programnya telah memberikan manfaat kepada sekitar 500 ribu jiwa.

Danone juga menggandeng Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Water.org melalui skema pembiayaan WaterCredit.

Skema tersebut ditujukan untuk membantu pesantren memperoleh pembiayaan yang terjangkau guna membangun fasilitas air bersih dan sanitasi. Dengan mekanisme ini, pesantren dapat mengembangkan fasilitas secara mandiri dan berkelanjutan melalui skema pembayaran kembali.

Executive Director for Southeast Asia Water.org, Yuniar Restanto, mengatakan penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi di pesantren memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan para santri.

“Ketika sebuah pesantren punya air bersih dan sanitasi memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan santri, tapi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Investasi pada air adalah investasi masa depan generasi yang lebih sehat,” ujar Yuniar.

Pengukuhan Duta Santri BESTARI menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.

Para duta diharapkan dapat mengajak sesama santri membiasakan cuci tangan, menjaga kebersihan toilet, serta menggunakan air secara bijak, termasuk dalam kegiatan berwudu.

Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH Tantowie Abdullah Siradj, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan agar pesantren dapat meningkatkan kualitas fasilitas air bersih dan sanitasi.

“Ini wujud nyata kolaborasi. Pesantren tidak bisa bergerak sendiri,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Wakil Bupati Pasuruan KH Muhammad Shobih Asrori atau Gus Shobih. Dia menegaskan pesantren menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan, termasuk dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan fasilitas pendukung pendidikan santri.

“Pesantren menjadi perhatian utama Pemkab Pasuruan. Kami berterima kasih kepada Danone Indonesia. Pemerintah dan pesantren tidak bisa bergerak sendiri, butuh kolaborasi untuk pembiayaan fasilitas air bersih,” kata Gus Shobih.

Dia berharap upaya tersebut dapat mendukung lahirnya generasi santri yang sehat, tangguh, dan mampu menjadi pemimpin masa depan.

Melalui Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan pesantren diharapkan dapat memperluas akses fasilitas dasar sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan santri.(ze/syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup