UMKM Award 2026 Jadi Ajang Pelaku Usaha Pasuruan Tingkatkan Kualitas Produk
PASURUAN | gatradaily.com – Sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti babak final UMKM Award 2026 yang digelar di Pasuruan Creative Center (PCC) Bangkodir, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026).
Babak final tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan Sobih Asrori. Para finalis merupakan pelaku UMKM yang sebelumnya telah lolos tahapan seleksi dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Mereka kembali menjalani proses penilaian oleh tim juri untuk menentukan UMKM terbaik dalam ajang tersebut.
Dalam sambutannya, Sobih memberikan apresiasi kepada para finalis yang dinilai telah menunjukkan kerja keras, kreativitas, serta keberanian dalam mengembangkan dan menginovasikan produknya.
“Para finalis telah menunjukkan kerja keras, kreativitas, dan keberanian dalam berinovasi,” ujar Sobih.
Menurut Sobih, Kabupaten Pasuruan memiliki beragam potensi produk lokal yang dapat dikembangkan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga busana.
Sejumlah produk UMKM asal Kabupaten Pasuruan, kata dia, bahkan telah mampu menembus pasar luar negeri.
Ia mencontohkan kerajinan peci dan jubah dari Kecamatan Rembang yang telah diekspor hingga ke Tanah Suci.
Selain itu, terdapat inovasi batik dengan menggunakan pewarna alami berbahan rumput laut.
“Ini menunjukkan bahwa produk lokal Pasuruan memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Sobih mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Pengembangan UMKM tersebut masuk dalam 33 program prioritas Pemkab Pasuruan. Pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha agar meningkatkan skala bisnis, tetapi juga memperhatikan regenerasi pelaku UMKM.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda, termasuk Gen Z, dalam sektor UMKM maupun pertanian perlu terus ditingkatkan.
“Jangan sampai UMKM maupun sektor pertanian hanya didominasi kelompok usia lanjut. Generasi muda juga harus ikut mengambil peran,” ujarnya.
Sobih berharap UMKM Award 2026 tidak hanya dimanfaatkan para peserta untuk mengejar gelar juara.
Para finalis diharapkan dapat menggunakan ajang tersebut untuk memperkenalkan keunikan dan keunggulan produknya sekaligus meningkatkan kualitas usaha.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM untuk menjaga konsistensi kualitas produk, terutama ketika permintaan pasar mulai meningkat.
Babak final UMKM Award 2026 turut dihadiri dewan juri yang dipimpin Prof. Dr. Erik Riyanto, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, serta para pendamping usaha.
Penilaian dilakukan secara objektif dan profesional untuk menentukan UMKM terbaik yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya di Kabupaten Pasuruan.
“Harapannya akan lahir UMKM terbaik yang dapat menjadi role model dan sumber inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di Kabupaten Pasuruan,” kata Sobih.
Salah satu peserta yang berhasil mencapai babak final adalah Nabila, 24 tahun, pelaku UMKM asal Kecamatan Sukorejo.
Nabila mengembangkan usaha keripik pisang lumer dengan sejumlah varian rasa, di antaranya cokelat, matcha, dan stroberi.
Ia mengaku bangga dapat lolos dalam ajang UMKM Award 2026. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru mengenai pengembangan usaha.
Produk olahan pisang miliknya kini telah dipasarkan di sejumlah pusat oleh-oleh di Jawa Timur.
“Setelah lulus kuliah, saya mulai lebih fokus membenahi usaha,” ujar Nabila.
Ia kemudian melakukan sejumlah pembenahan, mulai dari meningkatkan kualitas kemasan, mengurus legalitas produk, hingga menata manajemen usaha.
Untuk pemasaran secara luring, keripik pisang tersebut telah didistribusikan ke kawasan wisata Cheng Hoo Pasuruan, pusat oleh-oleh di Kota Batu, hingga Galeri Beranda Jatim di Surabaya.
Nabila mengapresiasi dukungan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan kepada para pelaku UMKM.
Menurut dia, pembinaan pemerintah daerah memberikan dorongan bagi pelaku usaha muda untuk terus mengembangkan bisnis.
“Perhatian dan pembinaan dari pemerintah daerah menjadi dorongan besar bagi kami, terutama wirausaha muda, untuk terus mengembangkan usaha,” katanya.(afd/syn)

























