Pemerintahan

Proyek PU SDA Jatim di Probolinggo Disorot, Pasangan Batu Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi sorotan.

Pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis itu disorot setelah ditemukan penggunaan batu bulat, material pasir bercampur tanah, hingga pemasangan batu di lokasi yang masih tergenang air.

Berdasarkan pantauan tim GatraDaily di lokasi pada 7 Oktober 2026, terdapat sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian. Temuan tersebut mencakup material yang digunakan, metode pemasangan batu, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan batu bulat atau batu kali yang dinilai tidak sesuai dengan material yang semestinya digunakan. Material tersebut dikhawatirkan tidak menghasilkan ikatan yang kuat pada konstruksi pasangan batu.

Selain itu, pasangan batu di lokasi juga diduga tidak diisi adukan semen dan pasir secara memadai. Sejumlah batu terlihat saling bersentuhan, sementara pekerjaan pondasi disebut dilakukan langsung di atas tanah galian tanpa tahapan persiapan dasar yang dinilai diperlukan.

Kondisi lokasi yang masih becek dan terdapat genangan air juga menjadi perhatian. Pekerjaan pasangan batu di area tersebut dikhawatirkan memengaruhi kualitas adukan apabila tidak dilakukan dengan metode yang sesuai spesifikasi teknis.

Temuan lainnya berkaitan dengan material pasir yang digunakan. Pasir tersebut diduga masih mengandung campuran tanah atau lumpur. Proses pencampuran adukan semen dan pasir juga disebut dilakukan secara manual menggunakan cangkul, tanpa bantuan mesin pengaduk.

Meski demikian, kesesuaian material dan metode pengerjaan tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis, termasuk dengan mencocokkan kondisi lapangan terhadap dokumen kontrak, rencana anggaran biaya (RAB), serta spesifikasi pekerjaan.

Di sisi lain, tim GatraDaily tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi saat melakukan pemantauan. Akibatnya, informasi mengenai nama kegiatan, nilai kontrak, sumber anggaran, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas belum dapat diketahui dari papan proyek.

Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Sejumlah pekerja yang terlihat di lokasi disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti helm keselamatan, rompi, dan sepatu pelindung. Rambu peringatan serta pagar pengaman juga disebut tidak terlihat di area pekerjaan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pengawasan teknis dan penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK) pada proyek tersebut.

Menanggapi temuan itu, Samad, perwakilan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam pengawasan anggaran negara, meminta Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur segera melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut.

Dia juga meminta Inspektorat Provinsi Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing, terutama apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan maupun penggunaan anggaran.

“Ini uang rakyat Jawa Timur. Jangan dibuat main-main. Kalau musim hujan datang dan tanggul jebol karena kerjaan asal jadi ini, siapa yang mau disalahkan?” tegas Samad.

Samad turut meminta agar pekerjaan dihentikan sementara apabila hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang berpotensi membahayakan konstruksi. Dia juga mendorong agar bagian pekerjaan yang terbukti tidak memenuhi spesifikasi diperbaiki sesuai ketentuan kontrak.

Menurutnya, kualitas pekerjaan infrastruktur sumber daya air perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan ketahanan konstruksi serta keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Saat dikonfirmasi mengenai penanggung jawab pekerjaan dan keberadaan papan informasi proyek, sejumlah pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.

“Tak tahu, Pak. Kita hanya pekerja,” ungkap salah seorang pekerja.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur belum berhasil dikonfirmasi mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, material yang digunakan, pengawasan pekerjaan, maupun informasi kontrak proyek tersebut.(ze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup