PASURUAN | gatradaily.com – Permainan Gledekan di kawasan Palembon, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, kembali dibuka setelah sempat dihentikan menyusul insiden yang menyebabkan seorang pemain mengalami luka cukup parah.

Pembukaan kembali permainan tradisional tersebut dilakukan dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang lebih ketat. Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori bersama Camat Prigen turut terlihat meninjau langsung area permainan Gledekan.

Koordinator pengelola Gledekan setempat, Dian Cahyono, mengatakan pihaknya telah menyusun sejumlah aturan baru untuk meningkatkan keselamatan pemain maupun pengunjung. SOP tersebut tidak hanya mengatur pengemudi, tetapi juga meliputi kesiapan lintasan, petugas di lapangan, hingga keselamatan penonton.

“Ada empat poin standar keselamatan yang telah kami serahkan ke dinas terkait, yaitu acuan keselamatan untuk pengendara, pengunjung, petugas arena, serta kelayakan jalur,” kata Dian, Minggu (26/7/2026).

Menurut Dian, kondisi lintasan menjadi salah satu perhatian utama karena memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Pengelola kemudian menutup sementara sejumlah jalur yang dinilai berbahaya hingga proses pembenahan selesai.

“Jalur yang tergolong berbahaya atau ekstrem, kami istirahatkan terlebih dahulu demi keamanan. Ke depannya, rute berisiko tinggi tersebut kemungkinan akan dikelompokkan ke dalam kategori khusus,” ujarnya.

Selain pengemudi, petugas pengawas di arena dan penonton juga diwajibkan mengikuti aturan keselamatan yang telah ditetapkan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan selama permainan berlangsung.

“Yang paling penting bagi kami saat ini adalah mengutamakan keselamatan semuanya,” imbuh Dian.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori berharap permainan Gledekan dapat terus berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis tradisi di Kabupaten Pasuruan. Namun, pengembangan tersebut harus tetap mempertahankan nilai kearifan lokal dan mengutamakan keselamatan.

“Kami sangat berharap aset lokal ini terus tumbuh. Dulu Gledekan hanyalah sarana angkut warga untuk membawa hasil rumput dari wilayah perbukitan. Namun lewat gagasan kreatif generasi muda, fungsinya bertransformasi menjadi ajang olahraga dan destinasi wisata unik,” kata Shobih saat memberikan arahan kepada panitia dan peserta.

Shobih juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam penerapan standar keselamatan. Menurutnya, aspek keamanan harus menjadi prioritas agar permainan Gledekan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemain maupun pengunjung.(syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *