Hukum & Kriminal

Di Bawah Pimpinan Kapolres AKBP Harto, Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi Terbongkar

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PASURUAN<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Kepolisian Resor Pasuruan membongkar jaringan pengedaran uang palsu lintas kabupaten hingga lintas provinsi&period; Dalam pengungkapan tersebut&comma; empat orang ditetapkan sebagai tersangka dengan peran berbeda&comma; mulai dari pengedar hingga pembuat uang palsu&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan&comma; kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mencurigai seorang pria hendak bertransaksi menggunakan uang palsu di wilayah Kecamatan Gempol&period;<&sol;p>&NewLine;<p><img class&equals;"alignnone size-full wp-image-12468" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;gatradaily&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;01&sol;IMG-20260120-WA0013-scaled&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"2560" height&equals;"1549" &sol;><&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Berawal dari satu pelaku yang diamankan warga&comma; kemudian kami lakukan pengembangan hingga mengungkap pengedar&comma; pemasok&comma; distributor&comma; sampai pembuat uang palsu&comma;” ujar Harto saat konferensi pers di Bale Warta Polres Pasuruan&comma; Selasa &lpar;20&sol;1&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Peristiwa itu terjadi pada Rabu &lpar;7&sol;1&sol;2026&rpar; sekitar pukul 19&period;00 WIB di Dusun Mbaran&comma; Desa Winong&comma; Kecamatan Gempol&period; Polisi mengamankan Wahyu Hidayat &lpar;31&rpar; dengan barang bukti tujuh lembar uang palsu pecahan Rp 100&period;000 senilai Rp 700&period;000 serta satu unit sepeda motor&period; Wahyu diketahui berperan sebagai pengedar&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dari pengembangan kasus&comma; polisi kemudian menangkap M Faizin &lpar;35&rpar; sebagai pemasok dan Rifadli Ghazali yang berperan sebagai pemasok sekaligus distributor di wilayah Jombang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Penelusuran transaksi elektronik mengarah ke Subang&comma; Jawa Barat&period; Di sana kami mengamankan Lili Saepul Haris &lpar;53&rpar; yang berperan sebagai pembuat uang palsu&comma;” kata Harto&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Lili diketahui memproduksi uang palsu menggunakan peralatan sederhana berupa laptop dan printer&period; Dari lokasi penangkapan&comma; polisi menyita alat produksi serta uang palsu yang siap diedarkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Total barang bukti yang diamankan berupa uang palsu pecahan Rp 100&period;000 dan Rp 50&period;000 dengan nilai keseluruhan Rp 3&comma;95 juta&comma; sejumlah telepon seluler&comma; satu unit sepeda motor&comma; laptop&comma; printer&comma; serta peralatan produksi lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Para tersangka dijerat Pasal 36 ayat &lpar;1&rpar; dan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 374 dan Pasal 375 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Harto menegaskan&comma; penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain&period; Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Jika menemukan indikasi uang palsu&comma; segera laporkan kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sementara itu&comma; Bank Indonesia Perwakilan Malang menyatakan kualitas uang palsu tersebut masih tergolong rendah&period; Kepala BI Malang Febrina mengingatkan masyarakat untuk menerapkan metode 3D&comma; yakni dilihat&comma; diraba&comma; dan diterawang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Menjelang Idul Fitri&comma; masyarakat dan pedagang perlu lebih waspada karena uang palsu kerap beredar di transaksi kecil yang cepat berpindah tangan&comma;” kata Febrina&period;&lpar;gif&sol;syn&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

Proyek Revitalisasi SMAN 1 Probolinggo Rp1,07 Miliar Diduga Tak Sesuai Spek, Pengawasan Dipertanyakan

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek revitalisasi SMA Negeri 1 Kota Probolinggo yang menelan anggaran Rp1,07…

10 jam ago

Proyek Gedung MAN 2 Kota Probolinggo Rp2,8 Miliar Diduga Gunakan Pasir Tak Sesuai Standar, Pengawasan Dipertanyakan

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) Type-2 di MAN 2 Kota…

10 jam ago

Sertifikat PTSL Randupitu Masuki Tahap Akhir, Kades: NIB Sudah Terbit untuk Sejumlah Bidang Tanah

PASURUAN | gatradaily.com – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol,…

16 jam ago

TKD Sukoreno Kembali Disiapkan, Dugaan Off-road dan Aliran Uang Sewa Jadi Sorotan

PASURUAN | gatradaily.com – Aktivitas alat berat kembali terlihat di kawasan Tanah Kas Desa (TKD)…

1 hari ago

Mediasi Sengketa PTSL Randupitu Gagal, Kuasa Hukum Kades Pilih Lanjut ke Persidangan

PASURUAN | gatradaily.com – Upaya mediasi dalam sengketa Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di…

2 hari ago

Motor Hilang Saat Pemilik Bersiap Salat Subuh, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi saat pemilik rumah bersiap…

2 hari ago