Peristiwa

Banjir Melanda Sejumlah Kecamatan di Probolinggo, Ranger SAE Patenang: “Pertambangan Patalan Turut Berkontribusi”

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PROBOLINGGO<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Selain curah hujan&comma; banjir yang melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Probolinggo diduga disebabkan oleh kerusakan lingkungan&comma; khususnya hutan di hulu sungai&period; Pernyataan itu disampaikan oleh Sarful Anam&comma; Pembina Ranger Hutan SAE Patenang&comma; Minggu &lpar;11&sol;01&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut Sarful&comma; deforestasi&comma; alih fungsi lahan hutan&comma; hingga kegiatan pertambangan di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto turut berkontribusi pada banjir yang melanda sejumlah Desa di Kecamatan Sumberasih dan Kecamatan Dringu pada Sabtu petang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Inilah yang selama ini kami khawatirkan dan saat ini terjadi&period; Jika kerusakan lingkungan khususnya hutan ini dibiarkan&comma; bukanlah hal yang mustahil jika bencana lebih parah akan melanda Kabupaten Probolinggo&comma;&&num;8221&semi; ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sarful mengatakan hilangnya fungsi hutan sebagai spons alam yang menahan laju air&comma; mengakibatkan sungai tak mampu menampung volume air&period; Sehingga memicu luapan sungai di daerah hilir&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Dampak dari aktivitas tambang di Patalan itu luar biasa&comma; merusak struktur tanah dan vegetasi hutan&period; Serta mengurangi area resapan air secara derastis&comma;&&num;8221&semi; kata Sarful&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Aktivis yang gemar menyuarakan kelestarian lingkungan ini mengungkapkan&comma; penindakan terhadap pelaku kejahatan lingkungan oleh aparat penegak hukum &lpar;aph&rpar; hingga kini terus dinanti&period; Sebab&comma; saat ini kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan semakin tak terkendali&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Pada kegiatan refleksi akhir tahun 2025 yang dilakukan oleh Ranger SAE Patenang&comma; kami sudah mengingatkan para aparatur negara untuk segera melakukan tindakan&period; Tapi nyatanya sampai detik ini kegiatan pertambangan yang berdampak rusaknya lingkungan masih terus terjadi&comma;&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Jika tidak ada langkah konkret dari aparatur di daerah&comma; tegas Sarful&comma; dalam waktu dekat Ranger Hutan SAE Patenang akan membawa permasalahan ini kepada pihak-pihak yang berwenang di tingkat nasional&period; Agar segala permasalahan kejahatan lingkungan di Probolinggo segera teratasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak di Mabes Polri&comma; juga dengan Satgas PKH&comma; secepatnya&comma;&&num;8221&semi; tegas Sarful&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo&comma; Oemar Sjarif&comma; mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 17&period;40 WIB setelah hujan deras turun sejak pukul 15&period;00 WIB hingga 17&period;20 WIB&period; Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Genangan air mencapai setinggi pinggang orang dewasa dan merendam permukiman warga di beberapa dusun&comma;” kata Oemar dalam keterangannya dibeberapa media&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lokasi terdampak banjir meliputi Dusun Bibes Desa Lemahkembar&comma; Dusun Banjar Utara dan Dusun Beji Desa Banjarsari&comma; serta Dusun Krajan Desa Ambulu&comma; Kecamatan Sumberasih&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejumlah rumah warga di Dusun Banjar Utara RT 14 dan RT 15 RW 03 Desa Banjarsari serta Dusun Beji RT 09 RW 03 turut terdampak genangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BPBD Kabupaten Probolinggo bersama unsur terkait langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan assessment serta membantu warga terdampak&period;&lpar;ze&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

Dugaan Penipuan Mobil Terungkap, Terlapor Disebut Pernah Dilaporkan di Kasus Serupa

PASURUAN | gatradaily.com – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil yang tengah ditangani kepolisian di…

2 jam ago

Pansus DPRD Pasuruan Rekomendasikan Moratorium Permanen Proyek Perumahan di Lereng Gunung Arjuno–Welirang

PASURUAN | gatradaily.com – Panitia Khusus (Pansus) Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan merekomendasikan penghentian total…

19 jam ago

Pengukuhan Pengurus Baru UNUBA Digelar di Hotel, Mahasiswa Soroti Transparansi Kebijakan

PASURUAN | gatradaily.com – Pengukuhan pengurus baru Yayasan Panca Wahana sekaligus pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama…

21 jam ago

Pemkab Pasuruan Ajukan Pemutakhiran Data Lahan Sawah, Target 87 Persen LP2B Dinilai Perlu Disesuaikan

PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan proses “cleansing” atau pemutakhiran data Lahan Sawah…

23 jam ago

Satlantas Polres Pasuruan Gelar Aksi Sosial “Kartini Memasak” untuk Peringati Hari Kartini

PASURUAN | gatradaily.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres…

1 hari ago

Kasus Dugaan Penggelapan di Pasuruan Naik ke Tahap Penyidikan

PASURUAN | gatradaily.com – Kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan Mawardi, warga Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan,…

2 hari ago