Jelang Usia 100 Tahun, SDK Mater Dei Kota Probolinggo Perkuat Pendidikan Karakter dan Prestasi

KOTA PROBOLINGGO | gatradaily.com – Sekolah Dasar Katolik (SDK) Mater Dei Kota Probolinggo bersiap memperingati satu abad berdirinya sekolah pada 2027. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang lembaga pendidikan dalam membentuk generasi yang berprestasi, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Berlokasi di Jalan Suroyo Nomor 36, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, SDK Mater Dei telah menjadi bagian dari perkembangan dunia pendidikan sejak resmi berdiri pada 1927.

Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Perkumpulan Dharmaputri itu menempati bangunan yang didirikan pada 1926.

Dalam menyambut peringatan 100 tahun, SDK Mater Dei mengusung tema “Seabad dalam Kasih, Bertumbuh dalam Iman, Bersatu dalam Persaudaraan”.

Kepala SDK Mater Dei Kota Probolinggo, Yuliana Widyastuti, S.Pd., mengatakan bahwa perjalanan satu abad sekolah tersebut tidak hanya diukur dari usia bangunan maupun capaian akademik, tetapi juga dari nilai-nilai pendidikan yang terus diwariskan kepada setiap generasi.

“Kasih itu melayani semua. Sejak 1927, pintu Mater Dei terbuka untuk anak-anak Probolinggo dari mana saja. Kami mendidik dengan hati, bukan hanya dengan angka,” kata Yuliana, Jumat (30/10/2026).

Menurut Yuliana, semangat kasih menjadi dasar bagi sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang peserta didik.

Nilai tersebut juga menjadi bagian dari upaya SDK Mater Dei mempertahankan kualitas pendidikan. Sekolah ini telah mengantongi akreditasi A dan menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Yuliana menjelaskan, pendidikan di SDK Mater Dei tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kejujuran, serta kepedulian sosial juga menjadi perhatian utama.

Sebagai lembaga pendidikan Katolik, SDK Mater Dei mengembangkan pendidikan yang berlandaskan nilai keimanan dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab.

Menurut Yuliana, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pembentukan karakter menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Anak yang beriman akan berprestasi dengan benar,” ujarnya.

Selain penguatan karakter, SDK Mater Dei terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sejalan dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan pendidikan.

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SDK Mater Dei berkomitmen meningkatkan prestasi siswa melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.

Pada bidang akademik, sekolah mendorong pengembangan kemampuan siswa melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN), literasi, dan numerasi.

Sementara itu, pengembangan bakat dan minat siswa dilakukan melalui kegiatan olahraga dan seni, di antaranya futsal dan *doodle art*.

Sekolah juga terus memperkuat lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik melalui penerapan prinsip sekolah ramah anak.

Yuliana menilai bahwa prestasi siswa perlu didukung oleh lingkungan belajar yang positif serta keterlibatan aktif guru dan orang tua.

Selain menjadi momentum evaluasi pendidikan, peringatan satu abad SDK Mater Dei juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara sekolah dengan para alumninya.

Selama hampir 100 tahun, SDK Mater Dei telah mendidik berbagai generasi yang kini tersebar di sejumlah daerah dengan beragam profesi.

Perayaan seabad ini diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan kembali alumni, tenaga pendidik, orang tua, yayasan, serta berbagai pihak yang memiliki keterikatan dengan sekolah.

Menurut Yuliana, persaudaraan yang terbangun selama puluhan tahun merupakan salah satu kekuatan SDK Mater Dei dalam mempertahankan eksistensinya.

Ia berharap hubungan tersebut terus terjaga sekaligus menjadi dukungan bagi pengembangan sekolah pada masa mendatang.

Memasuki abad kedua, SDK Mater Dei berkomitmen mempertahankan nilai-nilai pendidikan yang telah diwariskan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan dunia pendidikan.

“100 tahun adalah anugerah. Kami tidak merayakan gedung tua, tetapi kami merayakan kasih yang tidak pernah putus, iman yang terus bertumbuh, dan persaudaraan yang mempersatukan kita semua. Mater Dei adalah rumah untuk semua,” kata Yuliana.(ze/and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup