Proyek Jembatan Candinegoro Dikebut 24 Jam, Deviasi Hampir 10 Persen
SIDOARJO | gatradaily.com – Pembangunan Jembatan Candinegoro, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dikebut selama 24 jam setelah progres fisik proyek mengalami keterlambatan hampir 10 persen.
Percepatan pekerjaan dilakukan mulai Senin (5/10/2026). Pelaksana menambah tenaga kerja dan membagi pekerjaan dalam lebih dari satu shift untuk mengejar ketertinggalan pembangunan jembatan yang menelan anggaran sekitar Rp1,46 miliar tersebut.
Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Selasa (6/10/2026). Ia meminta keterlambatan pekerjaan segera dikejar agar jembatan dapat rampung sesuai target pada Desember 2026.
“PPK tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” kata Subandi.
Subandi mengatakan, masih tersedia waktu sekitar 2,5 bulan untuk mengejar ketertinggalan proyek. Ia menargetkan pembangunan jembatan yang dimulai sejak Juli 2026 itu dapat selesai pada 16 Desember 2026.
Ia juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif melakukan pengawasan di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan konsultan pengawas dan kontraktor.
“PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Subandi, keterlambatan tidak semestinya terus dijadikan alasan untuk tidak memenuhi target pekerjaan. Terlebih, material dan tenaga kerja yang dibutuhkan disebut telah tersedia.
Ia juga menyoroti kendala aliran air sungai yang disebut turut memengaruhi pekerjaan fondasi. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
“Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat,” tegasnya.
Konsultan Pengawas Proyek, Umar, mengatakan pembangunan Jembatan Candinegoro kini memasuki minggu ke-11. Berdasarkan evaluasi pada Senin (5/10), progres fisik proyek baru mencapai 52,64 persen.
Capaian tersebut masih tertinggal sekitar 9,94 persen dari target yang seharusnya dicapai.
Untuk mengejar ketertinggalan, kontraktor menerapkan strategi percepatan atau catch-up plan. Pekerjaan dilakukan selama 24 jam dengan penambahan tenaga kerja.
“Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF,” kata Umar.
Ia menjelaskan, keterlambatan dipengaruhi sejumlah kendala teknis dan kondisi lapangan. Salah satunya keterlambatan pengiriman material baja Wide Flange (WF) yang harus dirakit terlebih dahulu di workshop.
Selain itu, terdapat kendala akses pengangkutan material serta intensitas air sungai di sekitar area pekerjaan fondasi.
Meski demikian, Umar optimistis percepatan pekerjaan dapat mengembalikan progres sesuai target. Saat ini, pemasangan struktur baja, pengecoran plat lantai, dan plat injak terus dilakukan.
“Meskipun ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu,” ujarnya.
Umar menambahkan, pengecoran pile cap abutment atau fondasi bawah di sisi utara telah selesai dan kini memasuki tahap perawatan beton (curing). Tahap tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk memastikan kualitas struktur optimal.
Pekerjaan kemudian difokuskan pada penyelesaian sisi selatan, dinding abutment, serta pier head atau kepala jembatan.
Secara keseluruhan, proyek tersebut mencakup pembangunan dua unit jembatan. Masing-masing memiliki panjang 8 meter, sehingga total panjang jembatan mencapai 16 meter dengan lebar 4 meter.
Pemkab Sidoarjo kini meminta seluruh pihak yang terlibat memperketat pengawasan dan mempercepat pekerjaan agar deviasi hampir 10 persen tersebut dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas konstruksi.(syn)*
























