PASURUAN | gatradaily.com – Yayasan Generasi Putra Bangsa Nasional bersama relawan Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) meresmikan Satuan Pelayanan Penanganan Gizi (SPPG) Kertosari #003 di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/1/2026).
SPPG tersebut berlokasi di bekas rumah makan Padang di Jalan Raya Malang–Surabaya dan menjadi bagian dari program strategis nasional penanganan gizi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Peresmian dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han; anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Fraksi Gerindra Juma’in; Camat Purwosari Munif Tri Atmoko; Danramil Purwosari Kapten Mukrab; Kapolsek Purwosari Iptu Santi Wijaya Soemardi; Ketua DPW PROGIB Jawa Timur Priono Soemardi Maryono; Kepala Desa Kertosari Abdul Rohim; serta Ketua SPPG Kertosari Atik Normalinda.
Dalam sambutannya, Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program SPPG.
Ia menyebutkan, SPPG Kertosari merupakan unit ke-40 lebih yang telah beroperasi di wilayah Pasuruan, dengan target pengembangan hingga sekitar 150 unit.
“Program ini sudah berjalan lebih dari satu tahun dan akan terus berkembang. Target akhirnya adalah seluruh penerima manfaat di Kabupaten Pasuruan dapat terlayani oleh SPPG,” kata Boga Bramiko.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi serta menjaga kualitas layanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian makanan.
Menurutnya, peran seluruh relawan, termasuk petugas dapur dan kebersihan, sangat menentukan mutu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
“Makanan harus steril, bergizi, dan disukai anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui,” ujarnya.
Menanggapi munculnya sejumlah informasi negatif terkait pelaksanaan program SPPG di media sosial, Boga Bramiko mengajak masyarakat melihat capaian program secara menyeluruh. Ia menilai, kendala yang terjadi tidak mengurangi manfaat besar yang telah dirasakan masyarakat.
“Tidak ada program yang berjalan tanpa kekurangan. Yang terpenting adalah bagaimana terus memperbaiki layanan demi tujuan utama, yaitu pemenuhan gizi masyarakat,” kata dia.
Dandim juga mendorong pengelola SPPG untuk membuka ruang komunikasi dengan penerima manfaat, termasuk guru dan orang tua, guna menampung masukan sebagai bahan evaluasi.
Ke depan, ia menyebutkan akan ada kebijakan yang mendorong pemanfaatan produk lokal dan UMKM sekitar SPPG, termasuk melalui pengembangan Koperasi Merah Putih di tingkat desa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program penanganan gizi.
Peresmian SPPG Kertosari diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan “Bagimu Negeri” sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung program pelayanan gizi nasional.(syn)
























Tinggalkan Balasan