PASURUAN | gatradaily.com – Dugaan aksi premanisme yang melibatkan kelompok yang mengatasnamakan organisasi masyarakat kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan.
Seorang warga Kecamatan Sukorejo, Ali Ahmad, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota Ormas Buser Rental Nusantara (BRN).
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/12/25) sekitar pukul 01.00 WIB di Dusun Lawatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo. Lokasi kejadian berada di ruas jalan sepi, tepat sebelum perlintasan kereta api.
Menurut keterangan korban, saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan yang dikendarainya tiba-tiba dihadang dua mobil dari arah depan dan belakang hingga terpaksa berhenti di tengah jalan.
Sejumlah orang kemudian turun dari kendaraan tersebut dan langsung mengepung korban.
Tanpa adanya dialog atau penjelasan, korban mengaku langsung dipukul secara beramai-ramai. Aksi penganiayaan berlangsung singkat namun brutal.
“Saya tidak diberi kesempatan untuk bertanya atau menjelaskan. Tiba-tiba dihentikan dan langsung dikeroyok,” ujar Ali saat ditemui di kediamannya, Senin (22/12/25) sore.
Korban menyebut, para pelaku mengaku berasal dari Ormas Buser Rental Nusantara (BRN). Klaim tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait dugaan tindakan main hakim sendiri dengan mengatasnamakan organisasi tertentu.
Usai kejadian, rekan korban, Akhmadi alias Cakso, melaporkan insiden tersebut ke Polsek Sukorejo pada malam yang sama.
Aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal, termasuk mengumpulkan keterangan korban dan saksi.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku, memastikan kebenaran klaim keterlibatan ormas, serta mendalami motif di balik aksi penganiayaan tersebut.
“Hingga saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan,” kata pihak kepolisian.
Kasus ini menambah daftar dugaan kekerasan di ruang publik yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.(ze/syn)
























Tinggalkan Balasan