PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, memilih menyiapkan sendiri menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kering selama bulan Ramadhan.

Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas gizi sekaligus menghindari penggunaan makanan ultra processed food (UPF).

Kepala SPPG Cukurgondang, Qorina Insani Aulia, mengatakan pihaknya mengikuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) agar menu MBG kering selama Ramadhan tidak mengandung UPF.

“Untuk menu kering Ramadhan ini kami buat sendiri, seperti kue dan roti, supaya gizinya lebih terjamin dan tidak menggunakan UPF,” ujar Qorina, Selasa (24/2/2026).

Ia mencontohkan, pada hari tersebut relawan SPPG memproduksi brownies kukus secara mandiri di dapur layanan. Proses produksi dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga malam hari dengan sistem dua shift relawan.

“Teman-teman relawan sudah berkumpul sejak siang, bergantian sampai malam membuat brownies kukus,” katanya.

Menurut Qorina, pembuatan mandiri memungkinkan pengawasan lebih ketat terhadap komposisi gizi, kebersihan, dan standar higienitas. Menu MBG kering selama Ramadhan juga disusun setara dengan menu reguler di luar Ramadhan.

Biasanya, paket MBG SPPG Cukurgondang berisi telur rebus, buah berkulit utuh seperti apel, pir, atau jeruk, serta tambahan kurma, kue atau roti, dan kacang kedelai.

“Kalau membuat sendiri, standar bahan dan kebersihan bisa kami kontrol. Relawan juga selalu menggunakan APD lengkap, jadi kelayakan dan higienitas tetap terjaga,” ucap dia.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan memang menuntut inovasi menu kering tanpa kandungan UPF. Kebijakan ini bertujuan memastikan kualitas asupan gizi tetap terjaga bagi para penerima manfaat selama menjalankan ibadah puasa.(ze/syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *