SURABAYA | gatradaily.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meminimalkan dampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Operasi ini telah berlangsung sejak Rabu (26/11/2025) dan dijadwalkan berakhir pada Minggu (30/11/2025).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, OMC dilakukan untuk mengurangi potensi cuaca ekstrem yang dapat memperburuk kondisi pasca-erupsi.

“Operasi ini sudah dimulai sejak Rabu dan akan berakhir besok. Upaya ini kita lakukan guna mengurangi dampak cuaca ekstrem di wilayah terdampak,” ujar Khofifah.

OMC dilaksanakan melalui kerja sama Pemprov Jatim dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda.

Hingga hari ini, operasi telah menuntaskan sembilan sorti menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 registrasi PK-SNM.

Rinciannya, dua sorti pada Rabu, dua sorti pada Kamis, tiga sorti pada Jumat, dan dua sorti pada Sabtu.

Setiap sorti menaburkan 1.000 kilogram bahan semai. Total 9.000 kilogram atau sembilan ton bahan telah ditabur, terdiri dari tiga ton natrium klorida (NaCl) dan enam ton kalsium oksida (CaO).

Adapun wilayah sasaran meliputi perairan selatan Jawa Timur, selatan Malang, barat Malang, barat dan barat daya Gunung Semeru, serta kawasan utara Gunung Semeru.

“Khusus hari ini, dua sorti dilakukan dengan sasaran wilayah barat Malang dan utara Gunung Semeru,” kata Khofifah.

Ia juga mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim hujan.

“Cuaca ekstrem disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah. Saya meminta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.(syn/red)