PASURUAN | gatradaily.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gempol, menjadi momen istimewa bagi Desa Randupitu. Kamis (5/2/2026),
Di forum yang biasanya diisi paparan program pembangunan itu, Randupitu dinobatkan sebagai satu-satunya desa di Kecamatan Gempol yang berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 100 persen.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Camat Gempol Hadi Mulyono kepada Pemerintah Desa Randupitu di Aula Kecamatan Gempol. Piagam itu menjadi simbol apresiasi atas konsistensi dan kerja kolektif yang dibangun pemerintah desa bersama seluruh perangkatnya.
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengatakan capaian lunas 100 persen PBB tidak diraih secara instan. Kuncinya terletak pada manajemen penarikan yang rapi serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak SPPT PBB diterima desa.
“Begitu SPPT turun dari kecamatan, langsung kami distribusikan ke masing-masing kepala wilayah dusun,” ujar Fuad.
Setiap kepala wilayah dibekali target dan laporan capaian penarikan PBB yang dievaluasi secara rutin. Setoran hasil penarikan wajib diserahkan kepada Bendahara Desa setiap pekan.
“Kalau dalam satu bulan tidak memenuhi target, pasti saya evaluasi,” katanya.
Evaluasi menjadi agenda bulanan yang tak terpisahkan. Seluruh kepala wilayah dikumpulkan untuk membahas progres, kendala di lapangan, hingga strategi lanjutan. Bahkan, setiap perangkat desa memiliki rapor evaluasi kinerja sebagai tolok ukur kedisiplinan dan tanggung jawab.
Fuad menegaskan, keberhasilan tersebut tak lepas dari peran para kepala wilayah yang menjadi ujung tombak penarikan di lapangan. Pemerintah desa memberi keleluasaan metode penagihan, selama tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini juga bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” ujarnya.
Selain penguatan internal, Pemdes Randupitu juga terus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pajak bagi pembangunan desa. Edukasi dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tingkat kepatuhan warga meningkat dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, masyarakat semakin paham pentingnya melunasi PBB,” kata Fuad.
Ia menambahkan, motivasi mengejar pelunasan 100 persen PBB juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Tantangan tersebut justru memacu Randupitu untuk berkontribusi lebih.
Setelah target tercapai, Randupitu tak ingin berhenti pada capaian sesaat. Pemerintah desa berkomitmen menjaga konsistensi lunas 100 persen PBB di tahun-tahun berikutnya dengan memperkuat koordinasi dan soliditas antarperangkat desa.
“Ini bukan untuk dibanggakan sesaat. Tantangan ke depan justru mempertahankannya. Kuncinya tetap koordinasi dan semangat melayani masyarakat,” tutup Fuad.
Bagi Randupitu, lunas PBB bukan sekadar angka, melainkan cermin kedisiplinan dan kesadaran bersama dalam membangun desa.(gif/syn)



