<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Krisis air bersih masih menghantui warga Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Di tengah kondisi tersebut, proyek pembangunan dudukan dan tandon air justru menjadi sorotan karena dinilai tidak menjawab kebutuhan warga.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantauan di lokasi, Jumat (17/7/2026), sejumlah tandon beton berkapasitas sekitar 500 hingga 1.000 liter tampak kosong. Sebagian lainnya hanya berisi sedikit air yang dinilai tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga Dusun Krajan Barat, Jaenab, mengaku pasokan air bersih masih sangat terbatas. Menurutnya, bantuan air bersih dari pemerintah tidak rutin diterima warga di wilayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Di sini tidak pernah ada kiriman air dari mobil tangki pemerintah. Kami mengandalkan air PDAM, tapi sering mati, bahkan bisa sampai empat hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa membeli air dari warga lain yang mengambil pasokan menggunakan mobil pikap dari sumber air di bawah kawasan desa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris Desa Karangjati juga membenarkan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan perencanaan pembangunan tandon yang tidak dibarengi penyediaan sumber air.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pemerintah bangun tempat air, tapi sumber airnya tidak ada. Tandon yang sudah ada saja kekurangan air. Akhirnya warga tetap harus iuran membeli air,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekecewaan juga disampaikan Siti (42), warga Karangjati. Ia menilai pembangunan tandon tidak akan menyelesaikan persoalan kekeringan jika tidak disertai penyediaan sumber air.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Katanya untuk mengatasi krisis air, tapi yang dibangun cuma tandon. Sumber airnya mana? Lebih baik anggarannya dipakai buat pengeboran sumur dalam. Sekarang tandonnya malah seperti monumen,&#8221; keluhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sorotan juga datang dari pegiat swadaya masyarakat, Soedarsono. Ia meminta proyek tersebut diaudit karena dinilai berpotensi menjadi pemborosan anggaran.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Perencanaannya patut dipertanyakan. Bangun tandon, tapi tidak memikirkan dari mana airnya. Inspektorat dan DPRD perlu melakukan audit agar jelas,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan data proyek, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mengalokasikan anggaran sebesar Rp127.632.000 pada 2026 untuk pembangunan empat unit dudukan dan tandon air di Desa Karangjati. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Adji Mertha Karya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan proyek disebut belum terlihat berjalan, sementara kebutuhan air bersih warga masih bergantung pada pasokan terbatas dari PDAM maupun pembelian air secara swadaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini ditulis, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku perangkat daerah yang disebut sebagai leading sector proyek belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, BPBD Kabupaten Pasuruan juga belum menyampaikan penjelasan terkait penanganan kekeringan di sejumlah desa di Kecamatan Lumbang.(ze)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan mengungkap dua kasus peredaran narkotika…
PASURUAN | gatradaily.com – Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya berencana mendatangi Dinas Sumber Daya Air,…
MAGELANG |gatradaily.com – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses…
PAMEKASAN | gatradaily.com – Polres Pamekasan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran…
PASURUAN | gatradaily.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam…
PASURUAN | gatradaily.com – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan. Kali ini,…