<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Keluarga almarhum Widi Nur Cahyono (43), warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mengaku hingga tiga hari setelah korban meninggal dunia belum menerima surat resmi penangkapan terkait dugaan keterlibatan Widi dalam kasus judi online.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain mempertanyakan dasar hukum penangkapan, keluarga juga meminta empat anggota Polsek Beji yang melakukan penangkapan untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai kronologi peristiwa yang terjadi di lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kakak korban, Choirul Anwar, mengatakan hingga Rabu (5/8/2026), pihak keluarga belum memperoleh dokumen resmi yang menjelaskan status hukum adiknya saat diamankan polisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dia, informasi mengenai dugaan keterlibatan Widi dalam praktik judi online hanya disampaikan secara lisan oleh Kanit Reskrim Polsek Beji.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sampai tiga hari ini kami belum menerima surat penangkapan ataupun bukti. Yang kami dengar hanya penjelasan bahwa adik saya diduga terlibat judi online berdasarkan laporan masyarakat,&#8221; kata Anwar kepada wartawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anwar menjelaskan, Widi sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di sebuah gerai minimarket. Usai bekerja sekitar pukul 12.00 WIB, korban biasanya langsung pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, pada hari kejadian, Widi justru mendatangi loket Payment Point Online Bank (PPOB) tempat Anwar bekerja. Di lokasi itulah Widi kemudian diamankan oleh anggota kepolisian.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Biasanya selesai bekerja langsung pulang. Tapi hari itu dia datang ke loket PPOB. Tempatnya kecil, lebarnya tidak sampai dua meter, dan saat itu adik saya sendirian di dalam,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga berharap empat anggota Polsek Beji yang terlibat dalam penangkapan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses yang berlangsung saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Anwar, penjelasan tersebut penting agar keluarga memperoleh gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum adiknya meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami ingin mendengar langsung bagaimana proses penangkapan itu, apa yang dilakukan kepada adik saya, dan bagaimana kronologinya,&#8221; ucapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, Anwar menegaskan keluarganya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap penyelidikan dilakukan secara transparan sehingga penyebab kematian adiknya dapat diungkap secara objektif.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami akan mengikuti proses hukum yang berjalan. Kasus ini akan terus kami kawal sampai semuanya terang. Apa pun hasilnya nanti, kami berharap penanganannya dilakukan secara adil dan transparan,&#8221; kata Anwar.(syn)</p>

KOTA PROBOLINGGO | gatradaily.com – Keberadaan garasi yang menampung puluhan dump truk tronton di Kelurahan…
PASURUAN | gatradaily.com – Upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi terus dikembangkan di Desa Randupitu, Kecamatan…
KARAWANG | gatradaily.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menerima kunjungan edukasi dari 10…
PASURUAN | gatradaily.com – Puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Geruduk Mapolsek Beji,…
PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek peningkatan Ruas Jalan Tambakrejo-Lumbang (R.222) di Kabupaten Probolinggo senilai Rp…
PASURUAN | gatradaily.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp2.258.973.000…