Nasional

Keadilan Hukum yang Tergerus: Menolak Monopoli dalam Penegakan Supremasi Hukum

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>JATIM<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Penegakan hukum di Indonesia semakin menjadi sorotan tajam karena berbagai kejanggalan yang terjadi dalam sistem peradilan&period; Salah satu permasalahan utama yang dikritisi oleh <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;gatradaily&period;com&sol;kapolri-tegaskan-komitmen-polri-dalam-pelayanan-dan-keamanan&sol;">akademisi hukum<&sol;a> adalah adanya kecenderungan <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;id&period;m&period;wikipedia&period;org&sol;wiki&sol;Pasar&lowbar;monopoli">monopoli<&sol;a> kewenangan dalam sistem peradilan pidana&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan hukum yang seharusnya menjadi landasan utama dalam penegakan supremasi hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Guru Besar <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;fh&period;ubharajaya&period;ac&period;id&sol;">Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara<&sol;a> Surabaya&comma; Prof&period; Dr&period; Sadjijono&comma; SH&comma; MH&comma; menyoroti ketidakseimbangan dalam proses peradilan&comma; khususnya terkait peran Kejaksaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Ia menegaskan bahwa keadilan hukum tidak akan tercapai apabila terjadi monopoli kewenangan dalam sistem peradilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Salah satu contoh yang ia berikan adalah ketika jaksa menyatakan vonis atau keputusan hukum di luar persidangan&period; Menurutnya&comma; hal tersebut masuk dalam ranah praperadilan dan berpotensi menimbulkan monopoli dalam kewenangan hukum&period; ujar Prof&period; Dr&period; Sadjijono&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Praktik semacam ini bisa melemahkan prinsip keadilan karena memberikan satu pihak kewenangan berlebihan dalam menentukan arah kasus hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Dalam sistem peradilan pidana&comma; setiap institusi memiliki peran yang saling melengkapi&period; Penyidik berperan dalam mencari dan mengumpulkan bukti&comma; yang kemudian diserahkan kepada Kejaksaan untuk diproses lebih lanjut&period; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Namun&comma; dalam praktiknya&comma; sering kali terjadi situasi di mana Kejaksaan menolak hasil penyidikan dengan alasan yang tidak jelas&comma; memaksa penyidik untuk melakukan proses ulang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Prof&period; Sadjijono menegaskan bahwa praktik ini tidak sesuai dengan prinsip hukum yang ideal&period; Jika Kejaksaan terus-menerus menolak hasil penyidikan tanpa alasan yang kuat&comma; hal ini dapat menciptakan ketidakpastian hukum serta memperpanjang proses peradilan secara tidak perlu&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Asas Dominus Litis&comma; yang memberikan kewenangan penuh kepada Kejaksaan dalam proses penuntutan&comma; juga menjadi perhatian utama dalam kritik terhadap sistem hukum saat ini&period; Prof&period; Sadjijono menilai bahwa asas ini berpotensi disalahgunakan&comma; terutama dalam bentuk penundaan atau penghentian proses peradilan tanpa alasan yang jelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Ia menegaskan bahwa peradilan pidana harus dipandang sebagai sistem yang terdiri dari beberapa subsistem yang bekerja secara seimbang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kepolisian berperan dalam penyidikan&comma; Kejaksaan menangani penuntutan&comma; Pengadilan yang memutuskan perkara&comma; dan Lembaga Pemasyarakatan &lpar;LP&rpar; sebagai eksekutor putusan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Jika salah satu subsistem ini memiliki kewenangan yang terlalu besar&comma; maka keseimbangan dalam sistem peradilan akan terganggu&period; pungkasnya&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

TKD Sukoreno Kembali Disiapkan, Dugaan Off-road dan Aliran Uang Sewa Jadi Sorotan

PASURUAN | gatradaily.com – Aktivitas alat berat kembali terlihat di kawasan Tanah Kas Desa (TKD)…

4 jam ago

Mediasi Sengketa PTSL Randupitu Gagal, Kuasa Hukum Kades Pilih Lanjut ke Persidangan

PASURUAN | gatradaily.com – Upaya mediasi dalam sengketa Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di…

9 jam ago

Motor Hilang Saat Pemilik Bersiap Salat Subuh, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi saat pemilik rumah bersiap…

14 jam ago

Aliansi Poros Tengah Soroti Lelang Proyek Jalan DBHCHT Rp 3,8 Miliar di Pasuruan

PASURUAN | gatradaily.com – Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air,…

16 jam ago

Target PAD Kabupaten Pasuruan Capai Rp1,761 Triliun pada 2027, Pemkab Siapkan Pinjaman Daerah Rp363 Miliar

PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,761…

1 hari ago

Merawat Ternak, Membangun Karakter: Irfan Hakim Apresiasi Program LASKAR Farm Lapas Karawang

KARAWANG | gatradaily.com – Pembinaan warga binaan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal atau pelatihan…

2 hari ago